#nationalcatday, Perjuangkan Kucing Busok Madura

Isu yang saat ini berkembang di antara CL dalam negeri, terkait NCD, adalah pengakuan terhadap kucing ras asli Indonesia, kucing busok.

SURYA Online, SURABAYA – Tanda pagar (tagar) #nationalcatday (NCD), mewarnai pembicaraan pengguna media sosial twitter. Tagar tersebut bahkan menjadi trending topic (TT), tak hanya di Indonesia, tapi dunia.

Meski NCD tersebut secara khusus dirayakan oleh orang-orang Amerika, para Cat Lovers (CL) dalam negeri pun turut serta merayakannya.

Seperti akun @bangun116 yang member ucapan ‘Happy @NationalCatDay buat yang di USA. Semoga Indonesia juga ada’. Sementara akun @telithamanda malah merayakan NCD berrsama kucing kesayangannya. Dalam twitnya, @telithamand mengatakan ‘Even its to late to celebrate #nationalcatday in Indonesia, but i still want to say & join it’.

Anggota Surabaya Cat Lovers (SCL), Agung, menuturkan 30 Oktober memang menjadi hari NCD di Amerika. Kendati demikian, para CL dalam negeri mengambil momen itu untuk turut merayakannya, terutama SCL.

“Yang penting makna dari NCD-nya itu sendiri. Tak peduli dari mana hari NCD itu digelar,” kata Agung, Kamis (30/10/2014).

Isu yang saat ini berkembang di antara CL dalam negeri, terkait NCD, adalah pengakuan terhadap kucing ras asli Indonesia, kucing busok.

Agung menerangkan kucing busok berasal dari Pulau Raas, Madura. Kucing ini memiliki warna khas abu-abu, sementara ukuran tubuhnya sama seperti kucing lain pada umumnya.

“Yang paling unik dari kucing ini, karakter mereka sangat takut kepada manusia,” ungkap Agung.

Sayang, kucing yang digadang-gadang menjadi satu-satunya kucing ras asli Indonesia ini sulit diakui karena kepercayaan masyarakat setempat.

Tak seperti anjing Kintamani yang telah diakui dunia sebagai anjing ras asli Indonesia karena warga Kintamani di Bali sana menyilakan anjing-anjing berwarna putih jernih ini dipelajari seluruh struktur tubuhnya di luar Bali.

Mitos yang beredar di pulau tersebut, kucing busok ini tak boleh keluar pulau karena akan memberikan kesialan bagi warga dan juga orang yang membawanya keluar.

“Di satu sisi, sulitnya mendapat pengakuan kucing ras, warga sekitar juga menolak kucing-kucing ini keluar pulau. Tapi kami tetap memerjuangkan agar kucing busok ini masuk ke dalam kategori kucing ras,” ujarnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved