Modifikasi Mesin Pompa Banyak Peminat

Mesin pompa ini banyak dimiliki para petani di Tulungagung untuk memompa air saat musim kemarau seperti saat ini.

Modifikasi Mesin Pompa Banyak Peminat
surya/didik mashudi
KREATIF - Budi sedang menyelesaikan modifikasi kompor minyak tanah menjadi kompor gas, Sabtu (4/10/2014).

SURYA Online, TULUNGAGUNG - Rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada November mendatang membuat bengkel modifikasi mesin pompa mulai kebanjiran pelanggan. Pemilik mesin pompa sudah banyak yang meminta bengkel mengubah menjadi berbahan bahan bakar gas.

"Setiap ada rencana pemerintah menaikkan harga BBM kami kebanjiran pemilik mesin pompa yang meminta bahan bakarnya diganti dengan gas," ungkap Budi (52), pemilik bengkel modifikasi di Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (4/10/2014).

Dijelaskan Budi, setidaknya sudah sekitar 70 mesin pompa yang telah dimodifikasi menjadi berbahan bakar gas. Begitu banyaknya warga yang meminta mesinnya dimodifikasi, sampai kewalahan melayani.

"Karena saya bekerja sendirian, terus terang tenaga kami tidak mampu kalau harus sendirian memodifikasi. Maka pemilik mesin saya minta memasang, tapi pemasangannya kami awasi sambil menyelesaikan servis lainnya," ungkap Budi.

Untuk mengubah mesin pompa menjadi berbahan bakar gas sebenarnya sangat sederhana. Hanya butuh membeli regulator, selang dan kran saja. Total biayanya hanya sekitar Rp 150.000.

Modifikasi yang dilakukan Budi, mendesain mesin dengan dua bahan bakar, bensin dengan gas. "Kalau bensin langka bisa memakai gas, sebaliknya kalau gas yang langka tetap dapat memakai bensin," jelasnya.

Mesin pompa ini banyak dimiliki para petani di Tulungagung untuk memompa air saat musim kemarau seperti saat ini. Jika harus memakai bahan bakar bensin biaya operasionalnya sangat besar karena untuk mengairi sepetak sawah dibutuhkan bensin 6 liter.

Jika dikonversi dalam rupiah, 6 liter bensin menghabiskan dana sekitar Rp 39.000, sementara jika bahan bakar mesin pompa air beralih ke gas hanya butuh tabung elpiji 3 kg yang harganya hanya Rp 15.000. Sehingga selisih biaya operasionalnya sekitar Rp 24.000.

Dari modifikasi yang telah dilakukan selama ini tidak ada efek samping dari mesin pompa yang dengan beralih memakai bahan bakar gas. "Dengan memakai gas malah tidak ada polusinya," tambahnya.

Kreatifitas Budi saat ini telah banyak ditiru oleh bengkel modifikasi lainnya. Sebelumnya Budi telah mendesain sepeda motor Suzuki RC 100 dari bahan bakar bensil ke gas. Modifikasi ini juga membuatnya lebih hemat karena gas 3 kg dapat dipakai mengoperasionalkan sepeda motornya untuk tiga hari. Jika membeli bensin butuh sekitar 6 atau 7 liter.

Selain memodifikasi mesin pompa, Budi juga kebanjiran pesanan untuk membuat modifikasi bekas kompor minyak tanah menjadi kompor berbahan bakar gas. Bodi kompor minyak tanah ini sudah lama tidak terpakai menyusul konversi minyak tanah ke gas.

Daripada dibuang mubazir, bekas kompor minyak tanah yang kondisinya masih bagus kemudian dimodifikasi menjadi kompor gas. "Biayanya hanya butuh sekitar Rp 100.000 sudah bisa menjadi kompor gas," ungkapnya.

Di bengkelnya, saat ini masih menumpuk belasan kompor yang ingin dimodifikasi menjadi kompor gas. "Saya memang senang mengutak atik, daripada dibuang percuma bekas kompornya dapat dimanfaatkan untuk kompor gas," ujarnya.

Tags
modifikasi
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved