Biakan Anak-anak Corat-coret Dinding

Saat kecil hampir setahun mengecat tembok dua kali. Tapi setelah dewasa sekarang disediakan kertas A3

SURYA Online, GRESIK - Donata Ratna Farida (5), warga Perumahan Karah Indah, Surabaya, mampu menjuarai kejuaraan melukis internasional. Prestasi internasional yang telah diraihnya, 5 Star at Junior Picasso Art Contest, India dan The winner of the BMW-Berlin Marathon Germany, September 2014.

Selain Donata, yang berhasil bersaing dalam seni lukis internasional yaitu Shafiyyah Hasna Rahman (6), warga Tenggilis Mejoyo Selatan, Surabaya, yang pernah memboyong piala internasional bidang lukis sebanyak 6 kali selama 2014.

Siswa lainnya, Thifalia Raudina Mahardya (8), warga Prapen Indah, Surabaya, sudah meraih puluhan piagam internasional dalam bidang melukis dan pameran lukisan selama 2011 sampai 2014.

Yang membanggakan lagi, anak usia 5 tahun yaitu Kennard Alvaro Hadinata juga berhasil mengibarkan nama Indonesia dalam lomba melukis. Mereka adalah anak didik 'Daun' Sanggar Lukis Anak di Perumahan Banjarsari Asri, Kecamatan Cerme.

Siswa Sanggar lukis 'Daun' lainnya yaitu Nayla Risma Harumi (8), siswa yang masih duduk kelas 3 ini sudah 3 kali go internasional dalam ajang melukis di Rusia. Begitu juga dengan Nadia Kalila Rahmadhani, anak usia 8 tahun ini juga sudah berhasil juara internasional di Jerman.

Termasuk dengan Maira Aisyah Danin (7), warga Graha Husada, Sidoarjo ini juga berhasil meraih juara internasional dalam kontes kesenian lukis. Arik S. Wartono, pendiri dan pembina utama 'Daun' Sanggar Lukis Anak ini mengatakan, untuk membentuk karekter anak-anak mengenal warna cukup diajak datang langsung ke lokasi.

"Kita tidak bisa menyuruh anak-anak menggambar kereta atau pohon kalau anak-anak belum pernah melihatnya. Ya kita ajak anak-anak melukis di lokasi," kata Arik saat di sanggarnya di padepokan Seni 'Daun' Perumahan Banjarsari, Kecamatan Cerme.

Menurut Arik, selama ini belum ada wadah bagi anak-anak usia dini untuk mengembangkan bakatnya sejak dini. "Kebanyakan anak-anak hidup sudah terkena dampak lingkungan. Seperti sistem pemerintahan yang korup dan lingkungan yang penuh polusi industri. Dengan melukis secara alam ini anak-anak bisa merasakan alam sekitar sehingga anak-anak bisa sadar tentang lingkungan," imbuhnya.

Lebih jelas Arik mengatakan, selama ini tidak ada tempat bagi anak-anak usia dini untuk menyalurkan bakat dan minatnya. "Kita mulai dengan mendirikan gerai untuk menampung hasil lukisan anak-anak. Ini adalah hasil karya anak bangsa yang membawa nama besar di dunia internasional tapi tidak diakui oleh bangsa sendiri," katanya.

Sementara, Ernie Syarifah Dewi S (36), yang anaknya meraih juara lukis internasional, Donata Ratna Faridah, mengatakan, untuk membekali anak-anak belajar melukis sejak dini yaitu dengan cara membiarkan anak-anak menyalurkan bakatnya dengan coret-coret di dinding.

"Saat kecil hampir setahun mengecat tembok dua kali. Tapi setelah dewasa sekarang disediakan kertas A3," kata Ernie saat mendampingi anaknya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved