Kembangkan Batik Untuk Menambah Penghasilan

Batik khas Tajinan ini seperti motif ijo royo-royo dan bulir-bulir padi tetapi konsumen bisa juga memesan motif sendiri.

Kembangkan Batik Untuk Menambah Penghasilan
surya/sylvianita widyawati
BATIK TAJINAN - Contoh motif batik dengan dasar warna kuning yang dikerjakan oleh perajin batik dari Tajinan, Kabupaten Malang, Senin (22/9/2014).

SURYA Online, MALANG - Meski Kabupaten Malang bukan daerah sentra industri batik, seperti di Jogja, tapi ada upaya membuat produksi batik, seperti di Dusun Dawuan, Desa Pandan Mulyo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Batik Pandan Arum yang dikembangkan oleh Siti Aslamiah itu kini dilirik untuk dijadikan oleh-oleh bahan busana.

Para pekerjanya adalah kaum wanita yang menjadikan pekerjaan itu untuk menambah penghasilan. "Kadang habis dari sawah, baru nyanting. Ada juga yang habis mengantar anak baru nyanting," tutur Ny Sutriani, perajin batik, Senin (22/9/2014).

Untuk menyelesaikan pekerjaan nyanting selembar bahan batik butuh waktu beberapa hari sebab semuanya dikerjakan dengan tangan. Untuk nyanting sampai selesai upahnya Rp 25.000. Sedang untuk warna colek dihargai Rp 4000 dll. Meski belum bisa dijadikan penghasilan utama, kegiatan membatik menyenangkannya. "Apalagi kalau wajannya sudah panas, maunya nyanting terus," tuturnya.

Awal pengembangan batik Tajinan dimulai lebih dari delapan tahun lalu. Ibu-ibu PKK Dasa Wisma ingin menambah penghasilan keluarga sebab waktu itu hanya ada kegiatan simpan pinjam. Akhirnya memanggil guru untuk diajari nyanting. Setelah ada hasilnya, berusaha dipromosikan dan mendapat perhatian dari Disnakertrans Kabupaten Malang.

"Kalau ada pelatihan dan pameran kami diajak sehingga kini bisa mengajari perajin batik lainnya," tutur Sutriani.

Harga batik berkisar Rp 150.000 sampai Rp 200.000, tergantung motifnya. SKPD Pemkab Malang juga kerap membeli sebagai bingkisan jika ada tamu datang. "Order selalu saja ada. Tapi karena dikerjakan dengan tangan, selesainya juga lama," kata wanita berhijab ini.

Batik khas Tajinan ini seperti motif ijo royo-royo dan bulir-bulir padi tetapi konsumen bisa juga memesan motif sendiri.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved