Kreasi Kulit Harimau Jawa Tembus Eropa

Kalau bantuan modal masih belum mendesak. Saya hanya pingin dibantu memasarkan atau pembinaan untuk meningkatkan kualitas

Kreasi Kulit Harimau Jawa Tembus Eropa
surya/doni prasetyo
TEMBUS EROPA - Industri rumahan kreasi kulit Harimau Jawa, pemasarannya tembus Eropa dan Timur Tengah. Sayang, kreatifitas warga ini belum diapresiasi Pemerintah setempat, Kamis (4/9/2014).

SURYA Online, MAGETAN - Orang awam pasti tidak menyangka, kulit Harimau Jawa yang di jemur Deby Catur Setyabudi (26) dipinggir jalan depan rumah orangtuanya, di Dusun Alastuwo, Desa Balegondo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, adalah hasil batikan.

Karena karya pemuda tamatan STM Jurusan Mesin ini tampak asli kulit Harimau Jawa, binatang yang keberadaannya di dunia ini terancam punah. Bahkan beberapa diantara spesies binatang ini sudah dinyatakan punah.

Kreasi kulit Deby Catur Setyabudi, yang saat ini banyak digemari dan dipesan perusahaan pakaian, sepatu dan mebel di Eropa, motif Macan Tutul atau di Eropa dikenal dengan nama Leopard.

"Saat ini motip Leopard (Macan Tutul), Jaguar dan Kuda Zebra banyak dipesan bule Amerika. Sebelumnya tren Harimau Jawa (Javan tiger) kulit loremg loreng," kata Deby Catur Setyobudi kepada Surya, Kamis (4/9/2014).

Menurut anak bungsu dari pasangan Sirun dan Eny Sri Mawar, selain motif Leopard yang ramai dipesan luar negeri adalah motif kuda zebra untuk sofa dan karpet. Namun untuk motif kuda zebra ini sering terkendala pengadaan kulitnya.

"Untuk motif kuda zebra, sulit mencari bahan kulit yang warna putih. Jadi untuk pesanan motif kuda zebra sulit kalau waktunya di batasi," ujar lajang yang mengaku lebih senang menekuni pengolahan kulit dari pada menekuni disiplin ilmu yang dipunyai.

"Saya belajar kulit di LIK (Lingkungan Industri Kecil) Magetan hanya dua tahun. Beruntungnya saya dipekerjakan langsung dipengolahan kulit, mulai proses awal," kata Deby yang berkat kreatifitasnya bisa membeli motot sport yang berharga hampir seratus juta rupiah.

Deby nekad terjun dengan kreasi kulit motif binatang langka ini berkat mantan bos-nya di LIK Magetan yang memintanya mandiri dengan mengerjakan kulit bermotif Harimau Jawa dan binatang langka lainnya.

"Saya tidak tahu, mantan bos saya yang saat itu mendapat pesanan kulit dengan motif Harimau Jawa (Javan Tiger), memaksa saya mengerjakan dirumah. Katanya saya harus mandiri, saya diminta kerja dirumah dan semua bahan disediakan bos," tutur Deby yang kini kerap pulang balik Magetan - Bali menemui relasinya.

Puas dengan hasil yang dikerjakan Deby, si bos makin giat mencari pembeli dan menghubungi importir yang banyak berada di Bali.

Halaman
12
Tags
Harimau
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved