Agar Tak Hilang dari Sejarah

Inilah delapan jurus mudah menulis artikel...

Agar Tak Hilang dari Sejarah
Sandi Iswahyudi

Oleh : Sandi Iswahyudi
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

SALAH satu bentuk eksistensi mahasiswa/individu secara umum adalah dengan menulis. Ketika menulis, ia akan dikenal dan namanya abadi. Menulis perkataan penulis Pramoedya Ananta Toer, 'orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dari masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Melihat hal tersebut Sabtu (16/8) Komunitas Pelangi Sastra Malang bekerjasama dengan tim pengabdian masyarakat FIB UB mengadakan workshop penulisan artikel dengan pemateri Yusri Fajar MA, penulis dan dosen FIB. Agenda rutin rutin tim pengabdian masyarakat UB ini untuk mengenalkan dan membiasakan generasi muda menulis artikel.

Menulis merupakan salah satu kunci menjadikan Indonesia makmur dan sejahtera. Yusri Fajar berbagi tip sederhana menulis artikel.

Pertama, carilah ide menulis dari mana saja: bisa melalui observasi lingkungan, membaca referensi, pengalaman, dan hasil dari diskusi.

Kedua, pilihlah topik aktual, menarik, dengan bahasan yang Anda kuasai.

Ketiga, buat kerangka pikir untuk memudahkan dalam menulis. Tulislah ide, yang dimiliki. Anda tak perlu berpikir tulisan itu nantinya jelek/bagus. “Mayoritas penulis itu, pernah menghasilkan tulisan ‘biasa,’ bahkan jelek,” tandas Yusri.

Keempat, buat paragraf awal yang menarik. Ketika paragraf awal menarik, pembaca akan melanjutkan pada paragraf berikutnya. Begitupun sebaliknya ketika paragraf awal tidak menarik. Paragraf awal yang menarik dapat dimulai dengan mendiskripsikan fenomena yang berkaitan dengan topik, mengawali dengan ulasan teori, membuka dengan kutipan dari ahli, atau memulai dengan merujuk pada artikel sebelumnya.

Kelima, buat judul yang mencerminkan topik yang dibahas/bisa dibuat menarik.

Keenam, mengembangkan dan menjaga keutuhan tulisan serta memasukkan kutipan sebagai penguat.

Ketujuh, akhiri tulisan dengan memberikan kesimpulan singkat/harapan dan saran meski tidak harus eksplisit.

Delapan, belajarlah dari artikel-artikel yang sudah pernah dimuat. Mudah bukan?

Tags
sastrawan
Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved