Berita Malang Raya

Pesawat Cocor Merah Super Tucano Kembali ke Malang

Walau pesawat ini masih menggunakan baling-baling, kemampuan Super Tucano sangat mumpuni.

Pesawat Cocor Merah Super Tucano Kembali ke Malang
surya/adrianus adhi
SIAP TEMPUR - Pesawat Cocor Merah Super Tucano dengan Tail Number TT-3104 kini sudah kembali ke sarangnya, Skuadron Udara 21, Wing 2, Landasan Udara Abdurrachman Saleh, Malang, Selasa (13/5/2014).

SURYA Online, MALANG – Pesawat Cocor Merah Super Tucano dengan Tail Number TT-3104 telah kembali ke sarangnya di Skadron Udara 21, Wing 2, Landasan Udara Abdurrachman Saleh, Malang, setelah tiga bulan menjalani perbaikan di Jakarta.

Pesawat Super Tucano buatan Embraer, Brasil ini merupakan satu dari empat pesawat Super Tucano yang dibeli Indonesia dua tahun lalu. Desain pesawatnya unik karena lukisan ikon hiu menyeringai di hidung pesawat.

Warna tubuhnya abu-abu sehingga mengingatkan pada legenda pesawat TNI AU Mustang P- 51 yang biasa dipanggil Cocor Merah.

Walau pesawat ini masih menggunakan baling-baling, kemampuan Super Tucano sangat mumpuni. Dari penelusuran Surya, pesawat ini memiliki kemampuan serang antigerilya, pengendali udara depan, dukungan udara dekat, penyekatan dan pertahanan udara.

Pesawat ini bermesin tunggal turboprop Prat & Whitney PT 6A-68C dengan daya 1.600 tenaga kuda. Kemampuan terbang 3,5 jam, sejauh 1.400 Km, namun dengan bantuan drop tank pesawat ini bisa terbang sejauh 2.855 Km atau sekitar 7,5 jam dengan kecepatan maksimal 580 Km/Jam.

Super Tucano juga dilengkapi 5 hardpoint untuk angkut rudal, roket, dua senapan mesin 12,7 mm dan bom 1,5 ton. Selain itu, pesawat ini juga mampu membawa bom MK 81, peluncur roket, laser-guided bomb, rudal AGM-65 paduan infra merah, rudal udara ke udara AIM-9 Sidewinder, Python dan Piranha, serta memiliki alat penjejak malam hari AN/AAQ-22 Safire.

10 Februari 2014, pesawat Super Tucano TT-3101, TT-3102 dan TT-3104 terbang ke Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Ketiganya dipertontonkan selama enam hari sebagai salah satu alutsista baru yang dimiliki TNI Angkatan Udara.

Sayang, ketika tiba di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, pesawat Super Tucano dengan Tail Number TT-3104 mengalami kerusakan pada pompa bahan bakar.

“Perbaikan berusaha dilakukan oleh personel teknik Skadron Udara 21, namun karena keterbatasan spare part akhirnya pesawat TT-3104 tidak dapat dibawa kembali ke home base bersama dua pesawat lainnya pada 17 Februari 2014,” kata Kepala Pentak Lanud Abd Saleh, Letkol Sus Sutrisno, SPd Msi.

Sutrisno menambahkan, pesawat ini lalu ditinggal di hangar Skadron Udara 31. Personel teknik Skuadron Udara 21 secara bergantian ditugaskan untuk merawat pesawat tersebut sebelum spare part tiba. Kondisi seperti ini berlangsung selama tiga bulan.

“Pada 5 Mei 2014, empat penerbang dan dua puluh personel teknik berangkat menuju ke Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta dalam rangka perbaikan pesawat TT-3104,” lanjut Sutrisno.

Setelah empat hari dilaksanakan perbaikan, pesawat TT-3104 mengudara di langit Jakarta untuk melaksanakan inflight check dengan awak Komandan Skadron Udara 21 Letkol Pnb Toto Ginanto, ST dan Mayor Pnb Hery Setiawan, 10 Mei 2014.

Hasilnya sangat bagus. Pesawat ini lalu dibawa ke Malang kembali dengan diawaki oleh Komandan Skadron Udara 21 Letkol Pnb Toto Ginanto, S.T. dan Kapten Pnb Yuda A. Seta, S.Sos, 12 Mei 2014.

Setelah menempuh satu jam tiga puluh lima menit penerbangan dengan ketinggian 13.500 feet, pesawat TT-3104 mendarat di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh dengan aman. Seluruh Prajurit Bromo Valley yang bertugas di Skadron Udara 21 menyambut gembira keberhasilan misi perbaikan pesawat kebanggaan yang memiliki kemampuan counter insurgency tersebut.

“Datangnya kembali TT-3104 maka kekuatan udara yang dimiliki Skuadron Udara 21 semakin siap untuk mendukung TNI Angkatan Udara dalam menegakkan kedaulatan negara dan keutuhan wilayah NKRI,” katanya.

Penulis: Adrianus Adhi
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help