Memori Citarasa Malang Tempo Doeloe

Martabak dan terang bulan khas Malang ini pertama dibuat tahun 1967 hingga kini citarasanya tetap terjaga. Tak heran pembeli rela antre panjang...

Memori Citarasa Malang Tempo Doeloe
Sandi Iswahyudi

Oleh : Sandi Iswahyudi
Mahasiswa Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang
http://iswahyudi779.wordpress.com

Anda pecinta kuliner dan tertantang mencari kuliner enak, lezat, bersih, aman dengan pelayanan baik, harga ramah dan bernilai historis? Ini jawabannya. Berada di samping pasar burung Splendid Jalan Tumapel Kota Malang, warung martabak terang bulan MA. Warung ini buka dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Memang warung yang sederhana, namun pengunjung rela antre panjang di sana.

Berdiri sejak 1967 hingga sekarang, tak heran konsumennya didominasi pelanggan tetap. Hal ini karena ciri khas dan kualitas martabak dan terang bulan tetap terjaga. Di warung MA disediakan beragam pilihan martabak dan terang bulan dengan rasa dan harga bervariasi. Misalnya martabak, dari harga Rp 6.000 hingga super spesial Rp 17.000. Untuk terang bulan dibanderol mulai dari Rp 2.500 (isi selai nanas), hingga Rp 5.000 (idi selai nenas, kacang, cokelat, keju dan susu).

Martabak MA kian nendang karena memiliki lapisan kulit lebih dari dua. Setiap lapisan berisi telur dan irisan daun bawang prei. Aroma dan rasa khas tercium dan terasa di setiap gigitannya. Apalagi jika disantap acar dan cabai hijau. Benar-benar menggoda.

Sementara terang bulan MA memiliki rasa begitu khas, dengan manis yang cukup dipadu rasa cengkeh yang khas menjadikan citarasanya harum pas dengan lidah.

Saya bertanya-tanya, kenapa martabak dan terang bulan memiliki pelanggan loyal? Pertama, MA konsisten dalam pemilihan waktu sehingga konsumen mudah mengingat dan kembali lagi. Kedua, sistem open kitchen membuat pembeli mengetahui proses pembuatan dari awal hingga produk jadi. Ketiga, menjaga kualitas bahan-bahan dan kebersihan warung. Keempat, konsisten mengemas produk karena dari dulu hingga sekarang MA tetap memakai kemasan kertas sampul buku warna cokelat dan daun pisang. Kelima, pelayanannya yang menghargai, menghormati, disiplin dan jujur terhadap pelanggan. Pembeli yang antre nomer 10, akan mendapatkan pesanannya ke-10 juga.

Hal ini menjadikan kesan tempo dulu yang kumuh dan tidak zaman lagi terbantahkan. Jangan heran ketika nanti ke Warung MA Anda akan mendapai dari mulai yang muda hingga yang tua. Mulai dari pejalan kaki hingga bermobil. Semua ada, memesan dan mengantre di warung ini. Selamat mencoba!

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved