Lewat Spikus, Irham Coba Lestarikan Sejarah

Itulah yang kini dijalani Irham Hadi Pratama yang mulai getol memburu sukses lewat usaha Spiku Kukus atau Spikus.

Lewat Spikus, Irham Coba Lestarikan Sejarah
surya/candra bagus
Irham Hadi Pratama getol memburu sukses lewat usaha Spiku Kukus atau Spikus.

SURYA Online, SURABAYA - Keinginan membuka usaha sendiri dan keinginan melestarikan bagian dari sejarah bisa melahirkan semangat wirausaha yang tidak terduga.

Semangat menjalani usaha jadi lebih kuat terlebih jika resepnya sudah ada di tangan.

Itulah yang kini dijalani Irham Hadi Pratama yang mulai getol memburu sukses lewat usaha Spiku Kukus atau Spikus.

Irham yang gatal ingin membuka usaha sendiri sempat kesulitan mendapat ide usaha yang sesuai.

Kesulitan itu jadi terbuka ketika ia membuka diri mengamati lingkungan sekitarnya.

Tidak perlu jauh-jauh melakukan pengamatan, Irham malah dengan mudah melihat potensi yang sudah dimiliki selama ini, resep keluarga membuat roti spiku.

“Sebelumnya ibu sudah buat roti ini dan menjualnya, usaha itu juga sempat dilanjutkan kakak, tapi biasanya jualannya hanya saat lebaran. Saya sendiri sebenarnya sudah lama tahu cara pembuatannya, jadi tidak kesulitan untuk buat sendiri,” kisah Irham.

Berdasarkan kisah singkat sejarah, roti Spiku merupakan jenis makanan yang dibawa masuk Belanda ke Surabaya di masa penjajahan.

Roti ini biasa disajikan di hotel Yamato (sekarang Hotel Majapahit) bagi nonik-nonik Belanda.

Menjatuhkan pilihan untuk membuat usaha roti Spiku tidak terlepas dari dukungan temannya yang lebih dulu menjalani usaha kuliner.

Halaman
12
Tags
usaha kue
Penulis: Dyan Rekohadi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved