Iklan Sindir Anggota Dewan, Ini Jawaban Ketua Umum Nasdem

tu kita membuka pemahaman masyarakat saja. Kalau ingin bicara perubahan, ya faktanya sekarang seperti itu.

Iklan Sindir Anggota Dewan, Ini Jawaban Ketua Umum Nasdem
net
Surya Paloh dan Partai NasDem

SURYA Online,JAKARTA -  Iklan partai Nasdem membuat gerah anggota DPR. Tapi itulah realita anggota legislatif kita selama ini.

Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh mengatakan, iklan partainya yang menyinggung kembali majunya mayoritas anggota DPR periode 2009-2014 pada Pemilu Legislatif 2014 bertujuan membuka pemahaman masyarakat.

Masyarakat, menurutnya, harus mengetahui bahwa wajah lama kembali akan menghuni parlemen.

"Itu kita membuka pemahaman masyarakat saja. Kalau ingin bicara perubahan, ya faktanya sekarang seperti (yang ada di iklan) itu. Ada 560 kursi di sana. Dari 560, 507 diisi kembali oleh wajah lama. Kalau semua dipilih kembali, ya tentunya tidak akan ada perubahan," kata Surya seusai peluncuran buku biografinya, Surya Paloh Sang Ideolog, di Grand Hyatt, Jakarta, Senin (10/3/2014) malam.

Menurutnya, iklan tersebut tak menyatakan anggota DPR saat ini memiliki kinerja yang buruk. Penilaian baik dan buruk itu sepenuhnya dia serahkan kepada masyarakat yang akan menilai kinerja wakilnya di DPR.

"Kalau merasa puas dengan kinerja DPR yang sekarang, kalau sudah ada rasa satisfaction, merasa baik kinerja DPR ini, pilih saja yang lama. Kalau memang merasa yang sekarang tidak bener, kurang puas, pengen alternatif, ya ngapain pilih yang lama, pilih saja yang baru," ujarnya.

Secara terpisah, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Patrice Rio Capella juga mengatakan bahwa iklan partainya tidak menjelek-jelekkan DPR periode 2009-2014. Apa yang diungkap dalam iklan tersebut adalah fakta.

"Memang kenyataannya muka lama 90 persen maju lagi. Sebuah fakta juga itu kalau hampir 10 persennya bermasalah," kata Rio.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu iklan kampanye Nasdem menyatakan sekitar 90 persen anggota DPR petahana kembali mencalonkan diri. Mereka dianggap tak kompeten.

"Lebih dari 240 juta rakyat Indonesia, banyak yang lebih kompeten duduk sebagai anggota parlemen," demikian narasi dalam iklan tersebut.

Editor: Yoni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help