PSK di Malang yang Terjaring Razia Didenda Rp 31.000

"Saya jemput anak saya di rumah. Saya ajak tidur sini (kantor Satpol PP), karena (anak saya) di rumah sendiran," ujarnya.

PSK di  Malang yang  Terjaring Razia Didenda Rp 31.000
Surya/ Samsul Hadi
Para PSK yang terjaring razia duduk sambil menutupi wajahnya menggunakan kertas saat menunggu sidang di kantor Satpol PP Kota Malang.

SURYA Online, MALANG - Saiful (8), terpaksa harus ikut bermalam di kantor Satpol PP Kota Malang. Siswa kelas 2 SD ini menemani ibunya, Mistini (23), yang terjaring razia PSK yang digelar petugas Satpol PP Kota Malang, Selasa (12/2/2014) malam.

Mistini merupakan satu dari 13 PSK yang terjaring razia saat mangkal di pinggir jalan di Kota Malang. Mistini baru mengikuti sidang tindak pidana ringan (Tipiring), di kantor Satpol PP Kota Malang, Rabu (13/2/2014).

Ia diperbolehkan pulang setelah dikenai denda Rp 31.000 oleh majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut. Ia dijerat Perda Nomor 8 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pelacuran.

Ia mengaku terjaring razia saat mangkal di Jalan Padjajaran. Ia sudah tiga tahun mangkal di lokasi tersebut. "Tapi, saya baru pertama kali terjaring razia," katanya, usai mengikuti sidang Tipiring.

Ketika terjaring razia, Mistini, harus menginap di kantor Satpol PP Kota Malang. Sedangkan, dia punya satu anak yang tinggal di rumah sendirian. Karena khawatir, Mistini harus mengajak putranya menginap di kantor Satpol PP.

"Saya jemput anak saya di rumah. Saya ajak tidur sini (kantor Satpol PP), karena (anak saya) di rumah sendiran," ujarnya.

Mistini menyesalkan perbuatan petugas Satpol PP yang kasar saat melakukan razia. Menurutnya, petugas Satpol PP menggelandangnya untuk dinaikan ke mobil patroli. "Tidak usah digelandang saya akan nurut naik mobil," katanya.

Irawati (42), PSK lain yang terjaring razia, mengaku juga baru pertama kali terjaring razia. Ia juga biasa mangkal di Jalan Padjajaran. "Saya mulai mangkal pukul 24.00 sampai pukul 02.00," katanya.

Ia mengaku pekerjaan tersebut dijalani untuk mencari penghasilan tambahan. Ia juga bekerja di pabrik konveksi sebagai pekerja lepas. Penghasilannya di pabrik konveksi hanya Rp 70.000 per minggu.

"Kalau kerja kayak gini, saya menarik tarif Rp 100.000 dampai Rp 150.000 per setengah jam sampai satu jam. Biasanya dapat satu pelanggan, saya sudah pulang," katanya.

Para PSK yang terjaring, kebanyakan mangkal di pinggir jalan di Kota Malang. Mereka mangkal di lokasi dengan membawa sepeda motor.

Tags
PSK
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved