Proyek Tol Moker Terhambat Hujan, Investor Optimistis Target Tercapai

“Proses pemberian ganti rugi saat ini masuk masa konsinyasi. UGR oleh pemerintah sudah di titipkan di pengadilan negeri,” kata Legowo.

Proyek Tol Moker Terhambat Hujan, Investor Optimistis Target Tercapai
surya/sutono
Permukaan jalan tol Mojokerto-Kertosono di Desa Tampingmojo, Tembelang, Jombang yang masih dalam proses pembangunan, terpaksa ditutup plastik putih agar tidak kehujanan.

SURYA Online, JOMBANG – Curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa bulan terakhir, menjadi kendala bagi kontraktor proyek jalan tol Mojokerto-Kertosono (Moker) di Kabupaten Jombang, dalam menyelesaikan pekerjaannya.

 Kendati demikian, pihak investor PT Marga Hargajaya Infrastruktur (MHI) tetap optimistis target penyelesaian ruas jalan yang menjadi bagian dari Tol Trans Jawa itu akan terpenuhi, yakni tuntas akhir tahun ini.

Hal ini disampaikan Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) Legowo, usai meninjau lokasi proyek di Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, Jombang, Jumat (7/1/2014).

“Dalam pekerjaan konstruksi jalan, saat curah hujan tinggi, membuat pekerjaan tidak bisa bergerak cepat. Kondisi seperti ini menjadi tantangan kami untuk tetap bisa memenuhi ‘hard target’ penyelesaian tahun ini. Di PT Astra, kami dididik selalu optimistis,” kata Legowo.

PT MHI yang berdiri sejak 2006, merupakan pemegang hak konsesi ruas tol Moker sepanjang 40.5 kilometer. Sejak 2011, saham mayoritas perusahaan ini dimiliki PT Astratel Nusantara.

Tol Moker merupakan ruas tol ketiga yang dikelola Astra setelah Tangerang - Merak dan Kunciran - Serpong.

Dalam membangun tol Moker, MHI membagi dalam 4 seksi, yakni seksi 1, 2 dan seksi 4 yang melintasi Kabupaten Jombang. Sedangkan seksi 3 seluruhnya di Mojokerto.

Menurut Legowo, saat ini progres pembangunan fisik di seksi 1 sudah mencapai 55 persen dari lahan yang sudah dibebaskan 98 persen. Kemudian di seksi 2 lahan bebas mencapai 80 persen dengan pekerjaan fisik 40 persen. Dan di seksi 4 pembebasan lahan mencapai 67 persen.

“Di seksi 3, mudah-mudahan di awal Maret nanti sudah bisa dilakukan mobilisasi pekerjaan konstruksinya. Dan dalam jangka waktu 10 bulan, kami targetkan sudah selesai semuanya,” kata Legowo.

Selain kondisi alam, hambatan lain dalam menjalankan program pemerintah ini adalah pembebasan lahan. Di seksi 1 misalnya, meski tinggal 2 persen, tapi posisi lahan sangat krusial, pada titik-titik strategis konstruksi jalan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Sutono
Editor: Yoni
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help