Dipanggil Kejaksaan, Tersangka Korupsi Jasmas Hanya Diwakili Pengacara

Surat pemanggilan sendiri lanjutnya sudah dilayangkan pada akhir Januari lalu, melalui Sekda Lamongan

Dipanggil Kejaksaan, Tersangka Korupsi Jasmas Hanya Diwakili Pengacara
ilustrasi

SURYA Online, LAMONGAN - Meski penyidikan kasus dugaan korupsi dana Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas), Provinsi Jatim sempat berjalan di tempat, akhirnya penyidikan berlanjut dengan pemanggilan salah satu tersangka Haris Udin Auda, Selasa (4/2/2014)

Namun, tersangka tidak hadir ke kantor Kejaksaan, dan hanya diwakilkan pengacaranya Muara Harianja.

"Haris memang sudah kita panggil, dan yang datang hanya pengacaranya," kata Faturrahman Ketua Tim Penyidik kasus Jasmas, Selasa (4/2/2014).

Pemanggilan terhadap Haris lanjutnya, untuk melanjutkan pemeriksaan sebelumnya guna melengkapi data yang dibutuhkan tim penyidik.

"Pasca kita tetapkan tersangka baru kali ini kita panggil dan tidak hadir,"tegsanya.

Surat pemanggilan sendiri lanjutnya sudah dilayangkan pada akhir Januari lalu, melalui Sekda Lamongan, karena yang bersangkutan saat ini statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Dengan tidak hadirnya Haris, pihaknya segera meluncurkan surat panggilan kembali untuk kali kedua, diharapkan panggilan yang kedua ini mereka memenuhi panggilan tim penyidik.

Terpisah kuasa hukum Haris, Muara Harianja dikonfirmasi SURYA Online, Selasa (4/2/2014) membenarkan kliennya tidak hadir dalam pemanggilan tersebut karena belum siap.

Kasus Jasmas ini mencuat kepermukaan, setelah kelompok masyarakat (Pokmas) mengaku bantuan dana Jasmas tahun 2012 dari seseorang anggota DPRD Propinsi Jawa Timur, diduga dipotong sampai 30 persen dari nilai bantuan masing-masing Rp 500 juta, kepada 4 kelompok masyarakat dari total keseluruhan yang memperoleh sebanyak 294 Pokmas.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved