• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 24 September 2014
Surya

Proyek Pengurukan Lahan Ruang Terbuka Hijau Diprotes Masyarakat

Minggu, 1 Desember 2013 18:05 WIB
Proyek Pengurukan Lahan Ruang Terbuka Hijau Diprotes Masyarakat
Proyek yang diber garis polisi

SURYA Online, LAMONGAN-Pintu masuk lokasi  pengurukan lahan untuk ruang terbuka hijau  di belakang Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan,   jalan Soemargo  terpaksa dipasang garis polisi oleh  petugas Polres Lamongan,  Minggu (01/12/2013).

Praktis pengurukan lahan yang baru separuh perjalanan itu terhenti dan pihak kontraktor tidak bisa melanjutkan  lantaran satu – satunya pintu keluar masuk menuju lokasi ditutup dengan barikade papan pengumuman pengalihan arus lalu lintas, selain garis polisi.

Garis polisi diikatkan di pagar jembatan pintu masuk Kantor Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan Dinas Perikanan dan Kelautan. Sementara  papan barikade  juga dipasang melintang di atas jembatan. Sikap tegas polisi ini menurut anggota Lantas Aiptu  Fatkhur Rohman  karena banyak masyarakat yang protes akibat tanah uruk yang diangkut sejumlah dump truk itu berceceran di sepanjang jalan.

Sudah banyak masyarakat pengguna jalan yang menjadi korban karena jalan licin belepotan tanah bersamaan dengan musim penghujan.”Banyak pengguna jalan berjatuhan. Ini penutupan sementara dan ini perintah Kasat,”tandasnya.

Sementara itu saat pemasangan garis polisi, ada satu dump truk nopol S  9815 UJ dan alat berat untuk meratakan urukan terjebak di lokasi dan tidak bisa keluar. Selain itu para pekerja terpaksa harus menghentikan kegiatannya.

Mbah Joko,  operator alat berat mengaku harus menunggu dibukanya garis polisi dan papan barikade oleh polisi. Hingga berita ini ditulis, dump truk tidak bisa keluar dari lokasi. “Nunggu bosnya,”kata Mbah Joko.

Para pekerja pemenang tender mengakui banyak masyarakat yang protes akibat tanah  yang tersangkut dan nempel di roda dump truk yang kececeran di jalan. Tapi semalam sudah diupayakan membersihkan tanah yang berceceran di sepanjang jalan dengan cara dikeruk.”Sampai subuh tadi membersihkan tanah yang ada di jalan beraspal,”ungkap Yudhi karyawan proyek.

Sementara itu, pelaksana proyek H Abdul Ghofur dikonfirmasi Surya, Minggu (01/12/2013) menyatakan, pihaknya akan mengupayakan maksimal agar tidak ada lagi ada  tanah yang tersangkut di roda dump truk hingga  mengotori sepanjang jalan yang dilintasi truk proyek.

Ghofur mengungkapkan,  kondisi hujan dan tanah uruk  yang tersangkut  pada roda kendaraan memang menjadi masalah. Tapi, ia menjamin, mulai besuk (Senin, red) itu tidak akan terjadi lagi.”Sudah ada solusi yang mulai besuk akan saya lakukan. Dan Insya Allah jalanan beraspal tidak lagi belepotan tanah yang tersangkut roda truk. Saya juga mohon maaf kepada para pengguna jalan kalau  sebelumnya terganggu,”ungkap Ghofur.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Satwika Rumeksa
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
846632 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas