5 Alasan Ayam Jogja Lebih Nonjok

Kenapa ayam Jogja lebih nonjok dibanding ayam dari kota lain? Ini lima alasannya...

5 Alasan Ayam Jogja Lebih Nonjok
Sandi Iswahyudi

Oleh : Sandi Iswahyudi
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang
iswahyudi779@gmail.com

Akhir bulan Oktober 2013 lalu saya ke Yogyakarta. Ternyata di sana saya menemukan lalapan ayam, ikan, tempe, dan tahu yang jamak ada di Malang. Salah satu warung yang menjual makanan favorit saya ini adalah warung Prasojo di Jalan Lembah UGM. Warung yang sama juga bisa dijangkau dari kampus Universitas Negeri Yogyakarta. Setelah mencobanya, ada lima alasan kenapa ayam Jogja ini lebih nonjok dibanding ayam lalapan Malang. Ini dia…

Pertama, ayam, ikan, tahu, dan tempe dibumbui rempah-rempah lebih dulu sebelum digoreng, sehingga lebih terasa gurih. Hasil gorengannya pun seragam, berwarna kuning kecokelatan.

Kedua, sambalnya berwarna lebih merah dengan paduan rasa asin dan pedas yang pas. Saya pun dibuat ketagihan.

Ketiga, lalapannya cukup lengkap, ada mentimun, bayam, dan daun kemangi. Rasa sambal yang pedas, mampu sedikit diredam dengan segarnya timun serta bayam, membuat sensasi berbeda bagi para penikmatnya.

Keempat, tempatnya nyaman, santai, bersih, dan sesuai dengan anak muda. Berada di samping kiri jalan untuk penjual lalapan, sedangkan pembeli bisa duduk di trotor di samping kanan jalan yang telah digelar selembar tikar.

Kelima, harganya cukup terjangkau. Dengan Rp 8.000 sudah mendapatkan seporsi lalapan ayam atau ikan beserta nasi. Sangat mengesankan, ngangenin, dan juga kreatif. Tempe dan tahu dihargai Rp 1.500an. Penjual membuat modifikasi masakan dengan melihat dan mengolaborasikan cita rasa yang disukai konsumen dengan rempah-rempah Indonesia. Mau coba?

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved