Surya/

Surabaya Sukses Raih Predikat Kota Sehat

Penghargaan Kota Sehat Swastisaba Pradapa diberikan kepada Kota Surabaya bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-49.

Surabaya Sukses Raih Predikat Kota Sehat
Menkes Nafsiah Mboi menyerahkan penghargaan Kota Sehat kepada Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Jumat (15/11/2013).

SURYA Online, SURABAYA - Kota Surabaya berhasil meraih predikat sebagai kota Sehat di Indonesia. Ini setelah Kota Surabaya dinilai berhasil meningkatkan kualitas sarana kesehatan sehingga semakin banyaknya warga dari luar Kota Surabaya datang untuk berobat. Hal itu menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan Pemkot Surabaya dalam meraih predikat Kota Sehat Swastisaba Pradapa.

Penghargaan Kota Sehat Swastisaba Pradapa diberikan bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-49. Penghargaan dari Menteri Kesehatan (menkes) RI Nafsiah Mboi itu  diterima Walikota Surabaya Tri Rismaharini di JC Expo Pekan Raya Kemayoran Jakarta, Jumat (15/11/2013) malam.

Pada kesempatan tersebut, Menkes Nafsiah Mboi mengatakan, pelayanan kesehatan yang ada di Indonesia sejatinya tidak kalah dengan luar negeri. Beberapa kota sudah menunjukkan kemajuan signifikan dengan memberikan pelayanan kesehatan taraf internasional.

"Jadi buat apa jauh-jauh ke luar negeri untuk berobat. Harusnya sekarang ini orang luar negeri yang datang ke Indonesia karena fasilitas kesehatan sudah kian lengkap," kata Nafsiah dalam sambutan usai penyerahan penghargaan.

Sedangkan Walikota Tri Rismaharini menyambut baik keberhasilan Surabaya meraih predikat kota sehat. Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap komitmen dan kerja keras pemkot dalam melaksanakan program-program kesehatan. Untuk itu, diharapkan predikat kota sehat mampu melecut semangat seluruh jajaran pemkot Surabaya memberikan pelayanan yang terbaik.

"Capaian ini tentu sangat membanggakan tapi ini bukan hanya tentang penghargaan. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat terlayani dengan baik. Dengan demikian dampak positifnya bisa dirasakan publik," kata Risma.

Seperti diketahui, Penghargaan kota sehat baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia pada tahun ini. Adapun faktor pendukung Surabaya meraih award yang rencananya diberikan tiap dua tahun sekali itu didasarkan pada delapan tatanan. Beberapa diantaranya terkait dengan kebijakan pemerintah daerah. Setiap tatanan punya peraturan daerah (perda) yang mengikat.

Seperti, adanya perda ilegal loging dan kebakaran hutan, serta perda kawasan tanpa asap rokok. Tujuannya adalah untuk menilai komitmen pemkot dalam mewujudkan kota sehat. Memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH) dan membuat daerah resapan air juga memberi poin penting karena masih merupakan bagian dari kebijakan daerah.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita menjelaskan, salah satu kekuatan yang dimiliki Surabaya yakni tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi. Dalam salah satu poin tatanan bahkan menyebutkan bahwa Surabaya merupakan salah satu kota yang seluruh elemennya terlibat mewujudkan lingkungan bersih. Gerakan massal sadar kesehatan juga bisa dilihat dari adanya car free day, olahraga rutin, zona sekolah bebas narkoba, hingga kampung bebas asap rokok dan narkoba. Selain itu, Pemkot Surabaya dinilai banyak memberikan inovasi dan konsistensi dalam pengelolaan sampah dan kampanye hemat energi.

"Seluruh program pemkot terkait kesehatan berujung pada tujuan peningkatan derajat kesehatan jasmani dan rohani segenap warga kota dengan mengimplementasikan gagasan pengembangan kota yang sehat, bersih dan mandiri," tutur Febria yang kini juga menjabat Plt Direktur RSUD Dr M Soewandhie tersebut.

Tags
Kota Sehat
Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help