Warga Ancam Blokir Jalur Satu Arah

Wawan, pemilik toko pracangan di Jalan DI Panjaitan, juga mengeluhkan hal yang sama. Pendapatan di tokonya juga turun

SURYA, Online, MALANG-Warga Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, memprotes penerapan uji coba jalur satu arah di Jalan DI Panjaitan. Warga memasang kain putih sepanjang 100 meter yang bertuliskan penolakan terhadap penerapan jalur satu arah, Minggu (10/11/2013).

Warga juga menggalang tanda tangan untuk menolak penerapan jalur satu arah di wilayah itu. Warga dan pengendara yang sepakat menolak penerapan jalur satu arah membubuhkan tanda tangan di kain putih tersebut. Warga juga memasang tujuh spanduk yang berisi penolakan.

Warga menganggap penerapan jalur satu arah menyebabkan kemacetan di wilayah tersebut. Selain itu, penerapan jalur satu arah juga membuat pendapatan usaha warga turun drastis. Warga meminta pemerintah mengembalikan jalan itu menjadi dua arah.

Koordinator warga, Saiful, mengatakan, penerapan jalur satu arah malah membuat arus lalu lintas di wilayah itu ruwet. Warga kesulitan menyeberang jalan. "Usaha warga juga mati. Omsetnya turun sampai 50 persen. Sekarang tidak ada orang yang berhenti untuk membeli," katanya.

Menurutnya, warga menginginkan, arus lalu lintas di Jalan DI Panjaitan dikembalikan dua arah lagi. Warga sudah menggalang tanda tangan untuk menolak penerapan jalur satu arah. Tercatat ada 600 warga yang sudah sepakat menolak penerapan jalur satu arah.

"Kami menunggu dua sampai tiga hari ke depan. Jika tetap tidak ada keputusan dari pemerintah, warga akan turun di jalan. Warga akan memblokir Jalan DI Panjaitan," ujar Saiful.

Ketua RW 5, Kelurahan Penanggungan, Klojen, Kota Malang, Mudakir, menyatakan, kemarin, semua elemen masyarakat di wilayah itu berkumpul di kantor kelurahan untuk membahas penerapan jalur satu arah. Menurutnya, semua perwakilan warga menolak penerapan jalur satu arah.

"Semua menolak. Harus segera ada keputusan dari pemerintah. Jika tetap tidak ada respon, warga mengancam turun jalan," katanya.

Dikatakannya, warga tidak bisa menunggu selama satu bulan, jika penerapan jalur satu arah kondisinya menambah keruwetan lalu lintas di wialayah tersebut. "Uji coba belum sampai seminggu saja, warga sudah resah. Banyak usahanya yang tidak laku. Apalagi satu bulan, warga bisa tidak makan. Ini bukan lagi soal perubahan jalur, tapi urusan perut," ujarnya.

Kasat Lantas Polres Malang Kota, AKP Erwin Aras Genda, mengatakan, sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, agar ada kompensasi untuk warga maupun keluarhan di wilayah tersebut. "Saya sudah koordinasi dengan Kadishub agar melaporkan ke wali kota untuk memberikan kompensasi ke warga," katanya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Satwika Rumeksa
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help