Selasa, 23 Desember 2014
Surya

Sembuhkan Tuna Rungu dalam 31 Detik, Warga Jombang Masuk MURI

Rabu, 30 Oktober 2013 17:26 WIB

Sembuhkan Tuna Rungu dalam 31 Detik, Warga Jombang Masuk MURI
Paulus serahkan sertifikat MURI ke Masudin

SURYA Online, JOMBANG-Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan penghargaan terhadap Masudin (45), warga Dusun Ketanen, Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Jombang atas kemampuannya menyembuhkan penderita tuna rungu hanya dalam waktu 31 detik.

Penghargaan diserahkan Senior Manager Muri, Paulus Pangka, di kediaman Masudin, Rabu (30/10/2013). Usai penyerahan sertifikat, Masudin langsung memberikan terapi telinga tersebut kepada puluhan warga penderita tuna rungu alias tuli.

Paulus Pangka dalam sambutannya mengungkapkan, kemampuan Masudin pantas diberi penghargaan sebab melebihi batas kewajaran. Untuk menyembuhkan penderita tuna rungu, Masudin hanya memerlukan waktu 31 detik.

Kecepatan waktu untuk penyembuhan tersebut, jelas Paulus, menjadi yang pertama di Indonesia. Atas dasar itu MURI memberi penghargaan terhadap Masudin. Paulus menjelaskan, penghargaan MURI tidak datang begitu saja.

"Kami uji langsung dengan pasien pilihan kami, usianya 14 tahun. Hasilnya, dengan disaksikan publik, seorang pasien pilihan kami yang menderita tuli sejak lahir bisa sembuh hanya dalam hitungan detik," jelas Paulus.

Salah penderita tuna rungu yang datang dan menjalani terapi adalah Hasyim (19), warga Tulungagung. Hasyim ditangani langsung Masudin. Dalam menangani Hasyim, Masudin melakukan pijatan pada bagian belakang kepala dan telinga.

Hanya dalam hitungan puluhan detik, Hasyim bisa mendengarkan saat namanya dipanggil oleh ayahanda, Salaman. Padahal, dia diketahui tidak bisa mendengar sejak lahir.

Salaman, orang tua Hasyim menuturkan, sejak lahir, Hasyim mengalami gangguan pendengaran. Kondisi itu membuat putra keempatnya itu juga tak mampu berbicara.       "Alhamdulillah, anak saya bisa mendengar. Dia tidak bisa mendengar sejak lahir," ujar dia dengan terbata-bata.

Masudin mengungkapkan, terapi penyembuhan penderita tuna rungu dilakukan dengan teknik membuka saraf pendengaran. "Ini menggunakan teknik buka saraf telinga. Orang yang menderita tuli sejak lahir karena ada saraf yang menutup," jelas dia.

Dengan keahliannya itu, puluhan warga dari berbagai daerah bisa mendengar setelah menjalani terapi. "Hampir seluruh nusantara pernah terapi disini. Ada dari Jakarta, Padang, Batam, kalimantan dan banyak daerah lainnya dari seluruh nusantara," pungkas Masudin

Penulis: Sutono
Editor: Satwika Rumeksa

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas