Jumat, 28 November 2014
Surya

Tiga Fokus BI Setelah Pengawasan Perbankan Beralih ke OJK

Jumat, 25 Oktober 2013 23:35 WIB

Tiga Fokus BI Setelah Pengawasan Perbankan Beralih ke OJK
Dwi Pranoto, Kepala Perwakilan BI Wilayah IV Jawa Timur.

SURYA Online, SURABAYA – Mulai 1 Januari 2014 , peran Bank Indonesia (BI) sebagai pengawas perbankan akan diambil alih oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pengambilalihan tugas ini tak serta merta membuat pekerjaan BI lebih ringan. Sebaliknya, mereka harus benar-benar menunjukkan fokusnya dalam upaya stabilisasi ekonomi.

Setelah berbagi peran dengan OJK, BI tak hanya mengawasi peredaran uang dan sistem pembayaran.

Setidaknya terdapat tiga hal yang harus menjadi fokus BI pascapemindahan wewenang pengawas perbankan kepada OJK.

Tiga hal itu tak cuma dibebankan kepada BI Pusat, namun juga kepada perwakilan-perwakilan BI di masing-masing daerah.

Fokus pertama, BI harus memberi dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal ini bisa dilakukan melalui kajian ekonomi regional yang bisa dijadikan referensi bagi masing-masing pemerintah daerah untuk mengembangkan areanya.

Kedua, BI harus memperkuat fungsi pengendalian harga atau pengendalian inflasi di masing-masing daerah. Hal ini dilakukan melalui pembentukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di tiap-tiap kota dan kabupaten.

“Tahun ini akan ditambah 13 TPID di Jawa Timur. Tugasnya juga akan ditambah,” kata Dwi Pranoto, Kepala Perwakilan BI Wilayah IV Jawa Timur, Jumat (25/10/2013).

Dwi Pranoto adalah mantan Kepala Perwakilan BI Wilayah III Bali dan Nusa Tenggara yang kini resmi memimpin Kantor Perwakilan BI Wilayah IV Jatim menggantikan M Ishak yang telah memasuki usia pensiun per akhir Agustus 2013 lalu.

Fokus ketiga, BI di masing-masing daerah juga harus turut mendukung upaya peningkatan ketahanan pangan dan UMKM.

Hal ini umumnya dilakukan melalui pengembangan wirausaha sehingga meskipun perekonomian melambat, penciptaan lapangan kerja bisa tetap ditingkatkan.

“Yang jelas, kewenangan yang beralih ke OJK tidak akan menjadi sebuah hambatan bagi BI untuk membangun perekonomian,” kata Dwi.

Penulis: Eben Haezer Panca
Editor: Parmin

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas