• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 31 Juli 2014
Surya

Pembunuh Pasutri Ditangkap

Selasa, 22 Oktober 2013 11:52 WIB

SURYA Online SAMPANG – Setelah diburu selama sebulan, satu dari empat pelaku pembunuh pasangan suami istri (Pasutri), Bunadi (60) dan Bukiyah (55), warga Dusun Komereh Laok, Desa Pandiyangan, Kecamatan Robatal, Sampang, ditangkap aparat Polres Sampang.
 
Tersangka yang kini meringkuk di Polres Sampang, masih tetangga korban sendiri, yakni Jeli (45). Dari tangan tersangka, petugas menyita sandal jepit terdapat bekas darah korban dan celurit milik pelaku yag diduga digunakan untuk membunuh pasutri itu.
 
Kapolres Sampang, AKBP, Kapolres Sampang, AKBP Imran Edwin Siregar, Selasa (22/10/2013), mengatakan, dari hasil penyelidikan, tersangka diduga kuat terlibat sebagai pelaku pembunuh Bunadi dan Bukiyah.
 
Diungkapkan, ketiga pelaku yang kini masih buron itu, berinsial SY, MH dan CH.

“Nama dan alamatnya sudah kami kantongi, tinggal kami melakukan pengejaran terhadap ketiganya,” ungkap Edwin Siregar.
 
Ditanya siapa dalang dari pembunuhan dan apa motifnya membantai pasutri itu, kapolres tidak mau menjelaskan, karena kasusnya masih dalam pengembangan.
 
Menurut Edwin, tersangka Jeli hanyalah orang suruhan bersama ketiga temannya yang dibayar orang lain untuk membunuh korban dengan upah untuk keempat pelaku sebesar Rp 10 juta. Namun dari pengakuan Jeli, ia  hanya mendapat bayaran Rp 2 juta, sedang ketiga temannya, ada yang mendapat Rp 3 juta dan Rp 2 juta.
 
Seperti diberitakan Surya, Selasa (24/9/2013) lalu, Mohammad Hadi, anak ketiga korban melihat kedua orang tuanya tewas terbunuh di dalam kandang sapi depan rumahnya dengan kondisi mengenaskan.
 
Saat ditemukan ibunya terlentang dengan kepala di utara. Di sekujur tubuhnya terdapat 8 luka bacok. Di antaranya perutnya sobek dan isinya terburai, tangan kikri,  lengannya mengaga dan punggung tersayat.
 
Sementara Bunadi, dada kirinya sobek dan empat jari tangannya terputus. Kala itu, korban berusaha melawan dengan menggenggam senjata tajam pelaku, hingga tangannya putus.

Penulis: Muchsin
Editor: Heru Pramono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas