Kamis, 18 Desember 2014
Surya

"Tak Biasanya Firman Minta Dimandikan"

Rabu, 9 Oktober 2013 17:44 WIB

SURYA Online, SIDOARJO - Nur Hayati, ibu Firman, sehari sebelum anaknya meninggal dunia sempat mimpi melihat keranda mayat dan bayi. "Apa artinya ternyata baru tahu setelah anak saya meninggal dunia. Mudah-mudahan Firman dan Angga mendapat tempat yang enak. Memang keduanya teman karib," ujarnya pasrah.

Ny Nur Hayati juga bercerita, pada Selasa pagi (8/10/2013), Firman tidak biasanya minta dimandikan. Biasanya, ia mandi sendiri. "Malah saya tawari apa tidak keramas sekalian, kata Firman, nanti sore saja," ujar Ny Nur sambil menggelengkan kepala.

Sedang menurut Ari Dwi Laksono, ayah Angga, sebelum meninggal, korban sempat bergurau bahwa dirinya bisa membaca pikiran ayahnya. "Sembari memegang kepala saya, 'oh papa ini mau ke rumah Pak Modin beli rokok'," kenang Dwi menirukan Angga.

Sedang ayah korban Firman, Ahmad Slamet, mengaku tidak tahu bagaimana kejadiannya. Ia seperti biasa saat sore hari masih bekerja di sawah dan ibunya, Nur Hayati (31) bekerja di pabrik di daerah Dungus. "Kalau mandi di sungai kayaknya tidak. Saat ditemukan berpakaian. Mungkin Angga sama Firman mencari ikan lalu tercebur," jelas Slamet.

Rabu siang (9/10/2013), teman-teman sekolah kedua korban takziah ke rumah masing-masing korban. Rombongan guru dipimpin Kasek SDN Bangsri, Ny Hj Tri Retno. Di rumah duka, teman sekolah dan guru membaca tahlil bersama.

Menurut guru agama Angga dan Firman, Ny Hj Umaidah, menjelaskan  saat pelajaran agama mengenai keindahan surga, keduanya sempat berceloteh. "Ternyata di surga itu indah," cerita Hj Umaidah.

Editor: Parmin

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas