• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Surya

Perda Tembakau Harus Direvisi

Selasa, 8 Oktober 2013 20:49 WIB

SURYA Online, PAMEKASAN – Demi mempertahankan kelangsungan sejumlah perusahaan rokok linting di Pamekasan, Dewan menginginkan tembakau Jawa yang selama ini dilarang masuk Pamekasan, diizinkan kembali masuk Pamekasan.

Sebab perusahaan rokok linting itu hanya mengandalkan tembakau Madura, tidak memungkinkan, karena bahan bakunya saat ini sulit didapat dan ini mengancam produksi rokok lintingan.

Ketua Komisi B DPRD Pamekasan, Hosnan Achmadi mengatakan, namun untuk mengizinkan kembali masuknya tembakau Jawa, harus merevisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2008, tentang tata niaga tembakau yang melarang masuknya tembakau Jawa ke Pamekasan.

“Kami bermaksud merevisi Perda Tembakau itu. Tentu dengan catatan tidak serta-merta setiap saat tembakau Jawa bebas masuk, namun ada batasan dan waktu-waktu tertentu,” kata Hosnan Achmadi.

Dikatakan, batasan dan waktu boleh tidaknya tembakau Jawa, baik basah atau kering masuk Pamekasan, setelah seluruh tembakau di lahan petani panen dan sudah habis terbeli gudang perwakilan rokok.

Kepala Satpol PP Pamekasan, Masrukin, kepada Surya, Selasa (8/10/2013), mengatakan, selama ini ia sudah menggelar razia terhadap truk yang dicurigai mengangkut tembakau dari Jawa.

Dalam razia itu mendapatkan sejumlah truk mengangkut tembakau Jawa, namun ketika dokumen dan suratnya diperiksa, tujuannya ke Sumenep, sehingga truk itu dibiarkan lewat dan dikawal aparat hingga ke perbatasan Pamekasan – Sumenep.

“Ada kesan masyarakat, jika petugas sering melepas truk pengangkut tembakau Jawa. Kalau tujuannya ke Sumenep dan hanya numpang lewat, kami tidak bisa melarang. Untuk memastikan tembakau Jawa itu dikirim ke Sumenep, petugas menunggui perbatasan selama 1 jam, khawatir truk itu kembali ke Pamekasan,” kata Masrukin.

Penulis: Muchsin
Editor: Wahjoe Harjanto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
775882 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas