• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 23 Agustus 2014
Surya

Polisi Telusuri Asal Obat dan Peralatan Medis Dokter Kandungan Gadungan

Sabtu, 5 Oktober 2013 15:41 WIB
Polisi Telusuri Asal Obat dan Peralatan Medis Dokter Kandungan Gadungan
surya/m taufik
Rumah yang sekaligus tembak praktik tersangka dokter kandungan gadungan, Kamis (3/10/2013).

SURYA Online, SURABAYA - Polisi masih berupaya mendalami kasus dokter palsu Djuhari Prajogo dan istrinya, Lucia Sudiarti yang membuka praktik di Pulo Wonokromo, Surabaya.

Yang terbaru, Polsek Wonokromo sedang menelusuri asal obat-obatan yang biasa digunakan oleh Heri.

"Termasuk sejumlah peralatan medis yang digunakannya juga masih kita dalami, dari mana asalnya," ujar Kapolsek Wonokromo AKP Roman Smaradhana Elhaj, Sabtu (5/10/2013).

Dalam penyidikan, diketahui ada sekitar 10 jenis obat yang biasa digunakan oleh Heri dalam menangani pasiennya.

Obat-obatan itu, sebagian tanpa dilengkapi legalitas dan keterangan. Bahkan, produsen dan tanggal kadaluarsanya juga tidak jelas.

"Penelusuran ini kita lakukan untuk mengetahui apakah obat-obatan itu memang layak edar, dan bagaimana fungsinya," sambung Roman.

Dalam menjalani praktiknya, tersangka Heri biasa mengaku kepada pasiennya bahwa dia  meracik obat sendiri.

Padahal, obat-obatan itu dia beli kemudian dikeluarkan dari kemasannya. Alias hanya diganti bungkusnya saja.

Dalam penyidikan, diketahui bahwa pelaku juga melakukan operasi ke pasiennya.

Operasi yang dimaksud adalah, pelaku membuka kelamin pasien dan memasukkan obat ke dalamnya.

Sebelum dimasuki obat, bagian dalam kelamin korban juga dibersihkan dengan kapas.

"Obat yang dimasukkan itu ternyata obat penyubur kandungan. Selain itu, pasien juga diberi obat-obatan lain untuk diminum," imbuh perwira asli kelahiran Surabaya ini.

Kepada penyidik, Heri mengaku melakukan operasi seperti itu hanya demi menaikkan tarif. Ya, biasa operasi seperti ini dikenakan tarip sekitar Rp 2 juta. Plus biaya penanganan dokter sekitar Rp 200 ribu.

Selain itu, polisi juga mendalami dugaan adanya praktik aborsi yang dilakukan dokter gadungan ini.

Namun, sejauh ini dugaan itu tidak terbukti. Polisi tidak menemukan adanya praktik tersebut, sebab sebagian besar pasien yang datang ke tempat praktik tersangka adalah mereka yang ingin punya anak.

Penulis: M Taufik
Editor: Titis Jati Permata
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
770852 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas