Senin, 24 November 2014
Surya

Perda Sampah Surabaya

Minggu, 29 September 2013 19:14 WIB

Perda Sampah Surabaya

ANDAI Peraturan daerah (perda) Kota Surabaya nomor 4/tahun 2000 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan itu benar-benar ditegakkan, seperti kasus buang sampah sembarangan di tepian jalan tol Krembangan belum lama ini, tentu wajah Surabaya akan berbeda. Sayangnya, perda yang disahkan era wali kota Sunarto Sumoprawiro itu hingga kini masih jauh dari harapan.

Kasus buang sampah sembarangan di jalan tol yang dipergoki polisi dan kemudian pelakunya dilimpahkan ke Satuan polisi Pamong Raja itu apakah akan ditindaklanjuti dengan sanksi hukum ataukah dibiarkan menguap, warga menunggu hasilnya.

Andai satpol PP Surabaya lebih aktif dan tak sekadar kucing-kucingan dengan pedagang kaki lima/PKL, namun juga tegas menerapkan sanksi perda yang berlaku tanpa pandang bulu, tentu aksi buang sampah bisa diminimalkan.

Faktanya, begitu pembuang sampah sembarangan di Surabaya jadi pemandangan sehari-hari. Sampah dilempar keluar dari jendela mobil mewah, sampah dibuang ke jalan oleh penumpang angkot, sampah dilontarkan dari jendela kereta api, sampah menumpuk di tempat PKL jualan di trotoar jalan.

Apakah Perda Nomor 4/2000 tentang kebersihan bernasib sama seperti Perda Nomor 10/200 tentang Pedestrian, dan Perda Nomor 5/2008 tentang Kawasan Terbatas Rokok, hanya menjadi perda sampah?

Prihatiningrum
Menanggal - Surabaya

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas