• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 18 April 2014
Surya

Forum Presentasi RABS Gagal Total

Rabu, 25 September 2013 20:21 WIB

SURYA Online, BATU - Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Batu, Budi Santoso berharap Kepala Sekolah Dasar (SD) bisa mempresentasikan Rencana Anggaran Belanja Sekolah (RABS) untuk Tahun Anggaran 2014, Rabu (25/9/2013).

Presentasi itu diperlukan untuk menyusun pembangunan pendidikan ditingkat SD untuk tahun depan, namun pada saat Budi memberikan paparan, forum terdengar gaduh karena para kepala Sekolah berbicara sendiri.

Budi yang akrab dipanggil Tosi mengatakan, gagalnya forum presentasi ini diduga karena para Kasek tidak siap memaparkan anggaran belanja sekolahnya masing-masing. Dari 89 Kepala SD Negeri se-Kota Batu, hanya Kasek SD Negeri Ngaglik 1 saja yang mau presentasi.

“Sebenarnya kami ingin tahu, pengeluaran di masing-masing sekolah itu untuk apa saja. 2014 nanti, kita harus mampu mengelola akutansi secara sistematis. Begitu juga aspek pengelolaan, keterbukaan dan evaluasi harus benar. Jadi di forum itulah sebenarnya kami berharap bisa menuju arah yang benar,” papar Tosi.

Masalah lainnya, banyaknya sekolah yang memiliki siswa di bawah 100 anak sehingga menyulitkan sekolah berinovasi dalam membangun karena anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun BOSDA berdasar jumlah siswa.

“Persoalan ini juga harus segera dituntaskan, kalau tidak nanti akan selalu ada ketimpangan,” sambungnya.

Kasek SD Negeri Sisir V, Suntoro mengatakan, banyak guru yang sudah mengabdi selama 20 tahun lebih tidak dipindah-pindah. Hal itu memiliki dampak negatif karena perlu ada kegiatan lain untuk menyegarkan para guru.

Kasek SD Negeri Torongrejo III, Abdul Kafi mengatakan, RABS harus disinkronkan dulu dengan Evaluasi Diri Sekolah (EDS), sementara hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan paparan tentang EDS tersebut.

Kafi juga mengeluhkan kurangnya ruang kelas, padahal sekolahnya sudah disurvei lima kali tapi tidak kunjung ada realisasi. “Mohon maaf, sekolah kami disurvei lima kali. Yang survey orangnya ganti-ganti. Tapi tidak ada realisasi,” keluhnya.

Kahfi juga mengeluhkan bermunculannya sekolah swasta setingkat SD yang tidak jauh dari SD lainnya. Padahal di sekolah negeri atau sekolah swasta yang ada, siswanya kurang. Contoh di Beji, satu RT ada dua sekolah swasta, yaitu, SD Islam dan Madrasah Ibtidaiyah.

“Di sana SD Negeri ada tiga. Sehingga di sana ada persaingan tidak sehat, rebutan murid,” ungkapnya.

Kepala UPTD Dindik Batu, Hasan Mulyadi juga mengeluh dan mempertanyakan kinerja Dindik, antara lain adanya 100 guru belum menerima uang sertifikasi, padahal SK Kemendikbud sudah ada.

Kedua, komitmen Wali kota memperbaiki Dindik yang kacau karena mekanisme dan sistemnya. Hasan mengusulkan ada kesepakatan bersama, antara Dindik dengan UPTD karena selama ini UPTD hanya menjadi lembaga pengirim surat saja.

“Ketiga, UPTD ada Perwalinya, dalam pelaksanaan di lapangan sebagai kepanjangan tangan Kepala Dinas Pendidikan. Sedangkan UPTD tidak memiliki anggaran sendiri. Oleh karena itu, usulan kami, agar UPTD memiliki anggaran sendiri,” katanya.

Penulis: Iksan Fauzi
Editor: Wahjoe Harjanto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
757172 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas