Stop Kekerasan Satwa Liar
Sirkus menjadi contoh nyata betapa terjadi penyiksaan satwa dengan tidak diberi makan, disakiti, dan perusakan habitat mereka.
Oleh : Hadiatullah
Mahasiswa Jurusan Biologi 2012 Universitas Brawijaya
hadiatullah93@yahoo.co.id
Satwa liar diambang kepunahan sehingga setiap orang bertanggungjawab menjaga dan melestarikannya. Pun mahasiswa, demi berkontribusi menjaga keseimbangan alam, mahasiswa jurusan biologi Universitas Brawijaya mengadakan guest lecture tentang agama dan pelestarian satwa liar, Selasa (17/9/2013). Menghadirkan Prof David Pinault dari Santa Clara University, hasil kerjasama dengan ProFauna Indonesia.
Agama memiliki andil besar dalam preservasi satwa liar, karena setiap agama mengajarkan untuk berbuat baik kepada siapapun termasuk hewan. Misalnya, menyembelih hewan dalam Islam diharuskan menyembelih dengan pisau tajam dengan maksud meminimilasir rasa sakit yang dirasakan hewan, contoh David.
Ironisnya, banyak hal yang dianggap lucu dan baik namun masyarakat tak menyadari bahwa ada penyiksaan dan tindak kekerasan yang melanggar undang-undang tentang perlindungan hewan. Misalnya sirkus, tandas Rosek, aktifis ProFauna, mayoritas penjinakan hewan yang tampil dalam sirkus melalui proses penyiksaan. Seperti, tidak memberi makan bahkan dengan menyakiti tubuh hewan dengan benda-benda tajam.
Beliau juga mengapresiasi terhadap banyaknya aktivis mancanegara yang peduli dengan satwa liar Indonesia yang terancam punah. Di balik itu, beliau juga prihatin dengan minimnya andil masyarakat Indonesia dalam melakukan preservasi satwa liar. Parahnya, justru orang Indonesia sendiri yang kerap kali mengeksploitasi satwa liar dalam bentuk perdagang ilegal dan perusakan habitat asli mereka.
Di akhir perkuliahan Prof David Pinault menyatakan bahwa satwa liar memang tidak dapat berbicara namun kita bisa bicara dan berbuat untuk mereka. Hal ini merupakan cambuk bagi seorang manusia untuk selalu peduli dan memperhatikan bahwa hewan juga merasakan sakit apabila selalu tereksploitasi dan hal ini mengancam keseimbangan alam.
Saatnya kita bangun solidaritas antara manusia, hewan, dan Tuhan.