Minggu, 29 Maret 2015

Rekom Mobil Murah Pakai BBM Nonsubsidi

Senin, 16 September 2013 15:27 WIB

Rekom Mobil Murah Pakai BBM Nonsubsidi
surya/dyan rekohadi
Toyota Agya, salah satu mobil murah, yang diarahkan menggunakan BBM nonsubsidi.

SURYA Online, SURABAYA - Mobil murah atau Low Cost and Green Car (LCGC) sudah mulai dipasarkan ke publik September 2013 ini. Mobil ini dengan bidikan pengguna kelas menengah, dengan harga yang antara Rp 90 juta  hingga Rp 115 juta. Untuk bahan bakarnya, menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi.

PT Pertamina (Persero) menyambut gembira kebijakan itu karena akan membantu menekan konsumsi BBM subsidi. "Kalau ada kesempatan memperbesar pasar tentunya kita akan ambil. Soal harga Pertamax, kita mengacu harga minyak internasional," kata VP Coorporate Communication Ali Mundakir, akhir pekan lalu.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian, MS Hidayat telah menyelesaikan petunjuk teknis aturan mobil murah. Produsen mobil yang lolos verifikasi pemerintah adalah Daihatsu dan Toyota.

Kepala Cabang Daihatsu Waru, Ferry menyampaikan sudah menyosialisasikan bagi pembeli Daihatsu Ayla untuk menggunaakan BBM nonsubsidi. "Kami merekomendasikan penggunaan BBM dengan oktan minimal 92," jelasnya.

Pengamat otomotif, Nugroho Sakri mengatakan, mobil-mobil murah LCGC secara prinsip diarahkan untuk menggunakan bahan bakar nonsubsidi, sama dengan mobil baru lainnya. Tetapi di sisi lain, produsen mobil juga melakukan antisipasi dengan menyiapkan mesin, sehingga masih bisa bertoleransi dengan penggunaan bahan bakar bersubsidi atau premium.

"Sebenarnya, untuk mobil pribadi apapun yang baru, mesinnya sudah standar Euro 2, yang minimal menggunakan bahan bakar nonsubsidi atau yang beroktan 91, tetapi di Indonesia Pertamax sudah oktan 92 ya lebih baik," ujar Aki, panggilan Nugroho.

Kondisi ini berlaku untuk mesin mobil Agya, Ayla maupun Brio Satya. Tetapi karena budaya di Indonesia masih banyak yang menggunakan premium, produsen ya harus mengatisipasi. Produsen sudah men-setting mesin, sehingga jika menggunakan BBM subsidi dampaknya tidak serta merta terjadi pada mobil bersangkutan.

Halaman12
Penulis: Dyan Rekohadi
Editor: Tri Dayaning Reviati
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas