Sabtu, 1 Agustus 2015

Kasus Ijazah Palsu Unipa Masuk Polda

Kamis, 5 September 2013 19:08

SURYA Online, SURABAYA–Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) memenuhi janjinya untuk membawa kasus ijazah palsu yang dipakai sejumlah guru dalam mengikuti sertifikasi (Pendidilan Latihan Profesi Guru) ke ranah hukum.

Sejumlah perwakilan dari Unipa didampingi LBH PGRI Jawa Timur resmi melaporkan perkara ini ke Polda Jatim, Kamis (5/9/2013) sore. Dalam laporannya, pihak Unipa juga menyerahkan bukti berupa 10 lembar ijazah palsu kepada petugas SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polda Jatim.

“Sudah kita laporan, dan bukti-bukti berupa ijazah palsu itu juga sudah kita lampirkan dalam laporan ini,” kata Suwandi, sekretaris LBH PGRI Jawa Timur sambil menunjukkan bukti laporan polisi bernomor : LPB/979/IX/2013/UM/JTM

Dalam laporan tersebut, bertindak sebagai pelapor adalah Dr Hartono selaku Pembantu Rektor 1 Unipa. Sedangkan terlapornya adalah Mohammad Mondir, PNS guru SDN Bai Pajung,  Tanah Merah, Bangkalan.

“Secara rinci, ada 10 terlapor. Mereka ini adalah para guru yang telah menggunakan ijazah palsu dalam proses PLPG,” sambung Suwanti.

Para guru yang diduga terlibat kasus ijazah palsu itu antara lain, Mohammadn Mondir; Joko Siswanto dari SDK Untung Suropati Sidoarjo; Nur Kholifah dari SMP Hasyim Asyari Sidoarjo; Ansori, dari SDN Pacet 3 Mojokerto; Lilik Isniwati SDN Cinandang Mojokerto; Yayuk Nurhayati guru TK Kartoni Joyo Temayang, Bojonegoro; Agus Suhartono dari SDN Baru Rambat Kota 1 Pamekasan; Siti Rustantina juga guru di SDN Baru Rambat Kota 1 Pamekasan; Jodi Fron Dedi dari SDN Kolor 2 Sumenep; dan Mundir dari SDN Bai Pajung Tanah Merah Bangkalan.

Menurut Hartono, upaya melaporkan kasus ini ke Polda Jatim merupakan tindak lanjut dalam penanganan kasus tersebut. Setelah kasus ini terungkap dan ramai diberitakan di media massa, pihak Unipa memutuskan untuk membawanya ke ranah hukum.

Halaman12
Penulis: M Taufik
Editor: Satwika Rumeksa
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas