• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Surya

Kasus Ijazah Palsu Unipa Masuk Polda

Kamis, 5 September 2013 19:08 WIB

SURYA Online, SURABAYA–Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) memenuhi janjinya untuk membawa kasus ijazah palsu yang dipakai sejumlah guru dalam mengikuti sertifikasi (Pendidilan Latihan Profesi Guru) ke ranah hukum.

Sejumlah perwakilan dari Unipa didampingi LBH PGRI Jawa Timur resmi melaporkan perkara ini ke Polda Jatim, Kamis (5/9/2013) sore. Dalam laporannya, pihak Unipa juga menyerahkan bukti berupa 10 lembar ijazah palsu kepada petugas SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polda Jatim.

“Sudah kita laporan, dan bukti-bukti berupa ijazah palsu itu juga sudah kita lampirkan dalam laporan ini,” kata Suwandi, sekretaris LBH PGRI Jawa Timur sambil menunjukkan bukti laporan polisi bernomor : LPB/979/IX/2013/UM/JTM

Dalam laporan tersebut, bertindak sebagai pelapor adalah Dr Hartono selaku Pembantu Rektor 1 Unipa. Sedangkan terlapornya adalah Mohammad Mondir, PNS guru SDN Bai Pajung,  Tanah Merah, Bangkalan.

“Secara rinci, ada 10 terlapor. Mereka ini adalah para guru yang telah menggunakan ijazah palsu dalam proses PLPG,” sambung Suwanti.

Para guru yang diduga terlibat kasus ijazah palsu itu antara lain, Mohammadn Mondir; Joko Siswanto dari SDK Untung Suropati Sidoarjo; Nur Kholifah dari SMP Hasyim Asyari Sidoarjo; Ansori, dari SDN Pacet 3 Mojokerto; Lilik Isniwati SDN Cinandang Mojokerto; Yayuk Nurhayati guru TK Kartoni Joyo Temayang, Bojonegoro; Agus Suhartono dari SDN Baru Rambat Kota 1 Pamekasan; Siti Rustantina juga guru di SDN Baru Rambat Kota 1 Pamekasan; Jodi Fron Dedi dari SDN Kolor 2 Sumenep; dan Mundir dari SDN Bai Pajung Tanah Merah Bangkalan.

Menurut Hartono, upaya melaporkan kasus ini ke Polda Jatim merupakan tindak lanjut dalam penanganan kasus tersebut. Setelah kasus ini terungkap dan ramai diberitakan di media massa, pihak Unipa memutuskan untuk membawanya ke ranah hukum.

“Setelah kami menggelar rapat bersama, akhirnya diputuskan untuk melaporkan perkara ini ke Polda Jatim. Ada 10 terlapor dan 10 bukti pemalsuan ijazah kami berikan semua ke penyidik,” jawab Hartono usai melapor.

Menurutnya, aksi pemalsuan ijazah ini jelas sangat merugikan pihak Unipa. Selain itu, juga merugikan negara. Alasannya, sertifikasi merupakan program pemerintah dalam rangka meningkatkan profesi guru, untuk memajukan peningkatan pendidikan. “Ternyata, dalam prosesnya, ada guru yang menggunakan cara tercela seperti ini,” imbuhnya.

Para perwakilan dari Unipa dan LBH PGRI Jawa Timur langsung dimintai keterangan di SPKT setelah melapor. Kemudian, perkara ini oleh pihak SPKT dililmpahkan ke Direktorat Reserse Kriminal umum untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

”Dari SPKT langsung diserahkan ke Ditreskrimum. Kemudian, dilakukan penyelidikan dan dilanjutkan ke penyidikan,” jawab Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Jatim Kombes Pol Suhartoyo

Penulis: M Taufik
Editor: Satwika Rumeksa
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
729462 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas