• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Surya

Unipa Segera Lapor Ijazah Palsu ke Polda Jatim

Rabu, 4 September 2013 18:36 WIB

SURYA Online, SURABAYA – Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya bertekad  melaporkan kasus ijazah palsu yang dipakai guru untuk mengikuti sertifikasi (Pendidikan Latihan Profesi Guru) ke Polda Jatim, Jumat (6/9/2013). Untuk menangani kasus ini Unipa menunjuk Lembaga Bantuan Hukum PGRI Jatim. 

Sekretaris LBH PGRI Jatim Soewandi memastikan bukti-bukti dugaan ijazah palsu yang mencatut nama Unipa cukup kuat. Ada delapan bukti ijazah palsu yang akan dilaporkan terkait dugaan pemalsuan itu. Dua didapat dari Unipa sendiri, sementara enam lainnya dari panitia PLPG Rayon 114 Universitas Negeri Surabaya.

Ijazah berikut nama dan tempat tinggal guru yang diduga pemalsu sudah ada di tangan LBH. “Saat ini kami tinggal menghimpun bukti-bukti pendukung untuk mengakuratkan laporan kami. Tetapi intinya bukti yang ada sudah cukup kuat. Lusa (6/9/2013), kami bersama wakil rector 1 dan 4 akan melaporkan ini ke Polda ,”tegas Suwandi.

Wakil Rektor IV Bidang Kehumasan Unipa Surabaya Widodo mengatakan laporan itu sebagai bukti keseriusannya dalam membongkar kasus ini. “Seperti janji pak rektor yang akan tegas ,masalah ini, lusa kami akam melapor polda,”katanya.

Widodo berharap pihak kepolisian selain menggunakan kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) untuk menjerat pelaku, juga menggunakan undang-undang sistem pendidikan nasional yang sanksinya cukup berat.

“Dari laporan ini kami berharap ada efek jera sehingga pemalsuan ijazah ini tidak terjadi lagi, apalagi dilakukan guru karena bagaimanapun pemalsuan itutidak dibenarkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, rayon PLPG Unipa menemukan dua ijazah palsu masing-masing dilakukan guru Sumenep dan Bangkalan. Keduanya berstatus pegawai negeri sipil.

Sementara di rayon Unesa ada enam ijazah palsu. Salah satunya guru Taman Kanak-Kanak (TK) asal Bojonegoro.

Tiga lainnya dari Mojokerto dan dua dari Sidoarjo. Lima ijazah palsu, selain guru TK empat diantaranya guru SD (tiga diantaranya pegawai negeri sipil) dan seorang guru SMP swasta.

Modus pemalsuan ini lebih sederhana dibandingkan dua sebelumnya. Dari berkasnya terlihat bahwa ijazah ini hasil fotokopi dari ijazah asli. Ini terlihat dari blanko ijazah dan tanda tangan rektor yang menyerupai ijazah asli.

Kepalsuannya terlihat dari font huruf yang berbeda di bagian namanya. Begitu juga di bagian foto yang tidak rapi. Ini ijazah asli di scanner tanpa nama. Setelah itu baru diisi nama, lalu difotokopi.

Penulis: Musahadah
Editor: Parmin
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas