Surya/

Mendikbud : Guru Pemalsu Ijazah Harus Dipecat

Nuh memastikan tidak ada ampun bagi guru yang terbukti memalsu. Dia harus diberhentikan dari status guru.

Mendikbud : Guru Pemalsu Ijazah Harus Dipecat
surya/ahmad faisol
Kunjungan Mendikbud Moh Nuh di Ponpes Al-Hikam Kecamatan Burneh, Kamis (22/8/2013)

SURYA Online, SURABAYA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof M Nuh menerjunkan tim untuk menginvestigasi kasus ijazah palsu yang digunakan para guru untuk mengikuti pendidikan latihan profesi guru (PLPG).

Langkah itu dilakukan sebagai reaksi keprihatinannya atas kasus ini.

”Saya tidak senang dan kecewa ada calon guru yang akan mengikuti PLPG harus memalsu ijazah,”katanya saat ditemui usai menghadiri penganugerahan gelar doktor honoris causa pengusaha Chairul Tanjung di aula Garuda Mukti, Universitas Airlangga, Surabaya, Selasa (24/2013).

Menurut dia, penyelesaian masalah ini harus dilakukan dua titik. Pertama, harus dicari sumbernya.

Ada dua sumber pemalsuan ijazah yakni perguruan tinggi sendiri atau dari agen-agen yang mengusahakan yang biasa menggelar lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) liar.

Titik kedua adalah penggunanya sendiri (guru) yang sengaja memanipulasi sedemikian rupa untuk bisa mendapatkan ijazah palsu.

Untuk memastikan ini, menurut mantan Rektor ITS Surabaya, harus dilakukan pengusutan secara tuntas.

Nuh memastikan tidak ada ampun bagi guru yang terbukti memalsu. Dia harus diberhentikan dari status guru.

Jika dia pegawai negeri sipil, maka dinas pendidikan setempat harus tegas memecatnya.

”Syarat menjadi guru kan harus ijazah D4 atau S1. Kalau ternyata dia belum S1, berarti waktu pengangkatannya gak beres. Oleh karena itu kalau terbukti ijazahnya palsu, harus distop (dipecat) karena jadi gurunya kan karena ijazah yang benar itu,”tegas guru besar teknik elektro ITS.

Penulis: Musahadah
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help