Kamis, 18 Desember 2014
Surya

Indonesia Raya tanpa Teater

Senin, 26 Agustus 2013 20:15 WIB

Indonesia Raya tanpa Teater
Ayuria Andini

Oleh: Ayuria Andini 
Mahasiswa Universitas Negeri Malang
ayuriaandini@ymail.com

Sabtu (24/8/2013) pagi sekitar 903 mahasiswa baru FMIPA mengikuti student day dalam pengenalan ormawa lingkup MIPA. Salah satu ormawa menggelar open house adalah Teater Proses dengan pertunjukkan musikalisasi puisi Indonesia Raya tanpa Teater.

Naskah yang dibacakan pemain di awal pementasan itu ternyata syair lagu Indonesia Raya yang sudah dihilangkan huruf T, E, A, dan R, huruf yang berasal dari kata teater. Jika dihayati tentu banyak sekali makna yang akan diperoleh dari pembacaan naskah tersebut Dibacakan puisi karya Wiji Thukul, di antaranya Sajak Suara, Peringatan, Nyanyian Akar Rumput, dan Bunga dan Tembok.

Wiji Thukul, mewakili makna yang disiratkan Teater Proses. Selain membuka mata maba tentang semangat nasionalisme seniman, juga mengingatkan kebebasan penggiat seni dalam berkarya, hubungan negara dengan nasionalisme seniman. Di akhir pementasan kalimat persuasif diambil dari puisi Nyanyian Akar Rumput diteriakkan. 'Ayo gabung ke kami, biar jadi mimpi buruk presiden!”

Teater Proses bermaksud mengingatkan betapa bahayanya Indonesia tanpa orang-orang yang peduli, tanpa seniman-seniman nasionalis, dan betapa bahayanya Indonesia tanpa teater.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas