JFC-12 Digelar Selama Enam Hari

Coretan warna di canvas diubah menjadi kostum dan pakaian unik dalam JFC-12.

JFC-12 Digelar Selama Enam Hari
Fashion bertema spider

SURYA Online, JEMBER - Jember Fashion Carnaval (JFC) kembali digelar. Tahun ini, JFC memasuki usia yang ke-12. JFC-12 mengambil tema 'Artechsion'. Artechsion merupakan penggabungan kata art, technology dan illusion.

Puncak karnaval digelar, Minggu (25/8/2013). Sebanyak 750 orang model tampil dalam karnaval yang dikenal dengan 'street canival' itu. Seperti tahun sebelumnya, para model menempuh jalur sepanjang 3,6 kilometer mulai dari alun-alun kota Jember hingga berakhir di GOR Kaliwates, Jember.

Untuk mempresentasikan sang tema, ada 10 defile ditampilkan yakni Tibet, Betawi, Beetle, Artdeco, Bamboo, Canvas, Spider, Tribe, Octopus dan Venice. Para model menampilkan kostum sesuai dengan defile.

Pasti selalu ada kostum nasional dalam defile yang dipilih. Selain defile untuk kostum nasional, defile lain menampilkan kostum internasional, alam juga perpaduan seni dan teknologi sesuai temanya 'Artechsion'.

Kostum nasional yang dipilih untuk JFC tahun ini adalah Betawi. Dalam defile Betawi, kesenian, pakaian juga kebudayaan Betawi diusung ke Jember untuk mata Internasional melalui JFC International Event 2013.

Para model mengeksplorasi pakaian dan kesenian khas Betawi. Bola-bola benang siet khas Betawi mendominasi kostum para model.

Warna-warni yang cantik disuguhkan oleh 50-an orang model dalam defile itu. Mahkota, sayap, juga pakaian-nya dibuat semenarik mungkin untuk menampilkan Betawi ala JFC. Ketika tampil, musik khas Betawi selalu mengiringi mereka.

Ondhel-Ondhel Betawi tidak lupa juga disuguhkan.
Puluhan pesilat juga memeragakan keahlian mereka bak jawara Betawi, mendampingi para abang dan none Betawi ala JFC.

"JFC memang karnaval kelas internasional dan selalu mengambil tema internasional, tetapi selalu ada satu tema tentang kebudayaan Indonesia di setiap penampilan JFC. Tahun ini kami mengambil Betawi. Kebudayaan yang luhur dan unik, asli milik Indonesia," ujar Presiden JFC Dynand Fariz.

Pada JFC sebelumnya, sejumlah kebudayaan Indonesia yang pernah diusung antara lain Minangkabau, Borneo, Papua, juga Bali dan Toraja. "Karena JFC ini ada di Jember, ada di Indonesia," imbuh Dynand.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Satwika Rumeksa
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help