• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Surya

Kadindik Jatim Desak Guru Pemalsu Ijazah Disanksi

Selasa, 20 Agustus 2013 20:42 WIB

SURYA Online, SURABAYA – Kasus pemalsuan ijazah yang dilakukan guru untuk mengikuti pendidikan latihan profesi guru (PLPG) membuat prihatin Kepala Dinas Pendidikan Jatim Harun.

Dia meminta kepada sekolah maupun dinas pendidikan kabupaten/kota untuk mengusut tuntas kasus ini. ”Ini harus diusut karena ini telah melenceng dari fungsi pendidikan untuk mencerdaskan bangsa. Tindakan pemalsuan itu telah melanggar prinsip dasar pendidikan yakni kejujuran, ketakwaan dan berkarakter,”tegas mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jatim, Selasa (20/8/2013).

Menurut dia, guru seharusnya memberikan contoh yang baik kepada siswa maupun masyarakat secara umum. Bukan malah memberi contoh buruk dengan memalsukan ijazah.

Karena Dindik Jatim tidak memiliki kewenangan mengusut kasus ini, dia meminta dinas pendidikan kabupaten/kota serta sekolah setempat untuk bertindak. Bisa juga melibatkan inspektorat maupun badan kepegawaian daerah setempat. Bahkan bisa dibawa ke jalur hukum dengan melaporkan ke polisi. Hal yang sama juga harus dilakukan terhadap guru yang memanipulasi SK pengangkatan untuk mendaftar PLPG. 

Jika terbukti, sanksi yang diberikan mulai dari teguran lisan, tertulis hingga pemecatan. ”Sesuatu yang dianggap pelanggaran, pasti daerah (dindik kabupaten/kota) akan bertindak. Saya percaya pasti akan diusut,”ujarnya.

Menurut Harun, pemalsuan ini tidak hanya merugikan murid, tapi juga guru karena nama baiknya tercemar. Padahal perbautan itu hanya dilakuakn oknum yang jumlahnya sangat sedikit.

Dia menilai maraknya aksi pemaluan ini karena oknum guru tidak memahami tujuan sertifikasi. ”Sertifikasi itu bukan semata untuk mendapatkan TPP (tunjangan profesi pendidik), tetapi untuk meningkatkan kompetensi guru,”katanya.

Dengan sertifikai ini diharapkan kompetensi guru meningkat sehingga pada akhirnya bisa berdampak pada kompetensi anak didiknya.

Agar hal ini tidak berkepanjangan, dia telah meminta tim sertifikasi untuk lebih cermat dalam menerima data permohonan sertifikasi.

Sementara bagi guru yang sudah lolos sertifikasi, selain dilakukan pengecekan kembali kelengkapan administrasi. Jangan sampai pasca sertifikasi ada guru yang memakai ijazah atau SK palsu.

”Proses sertifikais harus dilakukan dengan data riil, kongkrit, yang dibuktikan kebenarannya. Baik SK pengangkatan dan ijazah. Dinas harus cermat masalah ini,”tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, panitia PLPG Rayon 142 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya memastikan satu ijazah yang dipakai mendaftar PLPG palsu. Pemilik ijazah adalah guru pendidikan jasmani dan kesehatan Sekolah Dasar di Sumenep yang sudah berstatus PNS golongan IV.

Sementara panitia rayon 41 Universitas Negeri Surabaya masir menyortir puluhan ijazah yang mencurigakan.

Tahun 2012 Panitia Unesa mendapati 13 ijazah palsu atas nama dua perguruan tinggi swasta di Surabaya yang dipakai mendaftar PLPG.

Penulis: Musahadah
Editor: Parmin
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas