Selasa, 7 Juli 2015

Kadindik Jatim Desak Guru Pemalsu Ijazah Disanksi

Selasa, 20 Agustus 2013 20:42

SURYA Online, SURABAYA – Kasus pemalsuan ijazah yang dilakukan guru untuk mengikuti pendidikan latihan profesi guru (PLPG) membuat prihatin Kepala Dinas Pendidikan Jatim Harun.

Dia meminta kepada sekolah maupun dinas pendidikan kabupaten/kota untuk mengusut tuntas kasus ini. ”Ini harus diusut karena ini telah melenceng dari fungsi pendidikan untuk mencerdaskan bangsa. Tindakan pemalsuan itu telah melanggar prinsip dasar pendidikan yakni kejujuran, ketakwaan dan berkarakter,”tegas mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jatim, Selasa (20/8/2013).

Menurut dia, guru seharusnya memberikan contoh yang baik kepada siswa maupun masyarakat secara umum. Bukan malah memberi contoh buruk dengan memalsukan ijazah.

Karena Dindik Jatim tidak memiliki kewenangan mengusut kasus ini, dia meminta dinas pendidikan kabupaten/kota serta sekolah setempat untuk bertindak. Bisa juga melibatkan inspektorat maupun badan kepegawaian daerah setempat. Bahkan bisa dibawa ke jalur hukum dengan melaporkan ke polisi. Hal yang sama juga harus dilakukan terhadap guru yang memanipulasi SK pengangkatan untuk mendaftar PLPG. 

Jika terbukti, sanksi yang diberikan mulai dari teguran lisan, tertulis hingga pemecatan. ”Sesuatu yang dianggap pelanggaran, pasti daerah (dindik kabupaten/kota) akan bertindak. Saya percaya pasti akan diusut,”ujarnya.

Menurut Harun, pemalsuan ini tidak hanya merugikan murid, tapi juga guru karena nama baiknya tercemar. Padahal perbautan itu hanya dilakuakn oknum yang jumlahnya sangat sedikit.

Dia menilai maraknya aksi pemaluan ini karena oknum guru tidak memahami tujuan sertifikasi. ”Sertifikasi itu bukan semata untuk mendapatkan TPP (tunjangan profesi pendidik), tetapi untuk meningkatkan kompetensi guru,”katanya.

Halaman12
Penulis: Musahadah
Editor: Parmin
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas