Sabtu, 29 November 2014
Surya

Peci Miring Simpan Rahasia Masa Kecil di Kediri

Senin, 19 Agustus 2013 11:33 WIB

Peci Miring Simpan Rahasia Masa Kecil di Kediri
surya/didik mashudi
Keturunan RM Soemosewojo dan masyarakat menggelar upacara bendera memperingati detik-detik proklamasi di depan rumah yang disebut-sebut sebagai petilasan Soekarno di Desa Pojok, Wates, Kediri, Sabtu (17/8/2013).

SURYA Online, KEDIRI - Ada rahasia di balik peci miring Putra Sang Fajar itu. Rahasia itulah yang menjadi bukti fisik sekaligus mentautkannya dengan  sejarah  kehidupan masa kecilnya di Di Desa Pojok, Kecamatan Wates, di Kediri.

Kuswartono (45) putra RM Soeharyono atau  cucu RM Soemosewojo punya cerita seputar penampilan Bung Karno dalam mengenakan peci.

Bung Karno selalu mengenakan peci dengan kondisi sedikit miring.

Berdasarkan cerita dari kakeknya, Soekarno sengaja memiringkan pecinya.

Itu bukan sekedar gaya, tapi untuk menutupi bekas luka di keningnya.

“Itu luka akibat terjatuh dari pohon beringin di depan rumah ini, saat dia bermain waktu kecil dulu,” ungkapnya.

Di rumah Soemosewojo dahulu memang ada pohon beringin besar. Tapi pohon beringin itu pada tahun 1970-an ambruk  diterjang angin kencang.

Ambruknya pohon beringin itu sempat jadi masalah. Aparat militer  menuduh RM Soemosewoyo sengaja merobohkannya.

Ia dianggap tidak setia pada Orde Baru yang berlambang pohon beringin.

“Gara-gara pohon beringin ambruk saja,  saya beberapa kali dipanggil ke Koramil,” tutur RM Soeharyono.

Kuswantoro menambahkan, selain Soekarno, rumah petilasan Wates dulu juga kerap menjadi jujugan sejumlah tokoh nasional.

Di antaranya dr Soetomo dan R Sosrokartono. Juga HOS Tjokroaminoto, tokoh yang sekaligus menjadi guru politik Soekarno saat bersekolah di Surabaya.

Dari cerita mbak buyutnya, pernah suatu ketika di rumah tersebut, Tjokroaminoto  melatih Soekarno berpidato.

Orasi itu dilakukan di bawah pohon beringin yang pohonnya rindang. Di tempat itu Soekarno berteriak-teriak berlatih melakukan orasi.

Pohon beringin itu sudah tumbang tahun 1970-an. Di bekas pohon beringin, tempat latihan Soekarno orasi itulah sekarang ditancapkan tiang bendera.

Di lokasi itu untuk pertama kalinya digelar upacara bendera memperingati HUT Proklamasi ke 68 yang diikuti ratusan kerabat keluarga RM Soemosewojo serta masyarakat. (dim/ian)

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas