• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Surya

Terpidana Kasus Korupsi Bojonegoro Tempati Blok A

Sabtu, 17 Agustus 2013 11:51 WIB
Terpidana Kasus Korupsi Bojonegoro Tempati Blok A
surya/adrianus adhi
Mochtar Setijohadi saat hendak dikirim tim Kejaksaan Negeri Bojonegoro ke Surabaya, Rabu siang (14/8/2013)

SURYA Online, BOJONEGORO - Terpidana kasus korupsi dana perjalanan dinas DPRD Bojonegoro, Jatim, Mochtar Setijohadi, menempati Blok A-9 atau ruang masa pengenalan lingkungan (mapeling), namun direncanakan yang bersangkutan dipindah ke Blok D-3 pekan depan.
    
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bojonegoro Basyir Ramlan, Sabtu mengatakan terpidana kasus korupsi Mochtar Setijohadi menempati Blok A-9 sejak 14 Agustus lalu setelah batal ditempatkan di Lapas Porong, Sidoarjo, karena kapasitasnya penuh.
    
"Kami akan memindahkan dia ke Blok D-3 pekan depan," jelasnya usai upacara HUT Kemerdekaan RI ke-38 di lapas setempat.
    
Menurut Kasi Bimbingan Napi dan Anak Didik Lapas Koesdwiantono,  dalam ruangan Blok A-9 Mochtar Setijohadi tidak sendirian, tapi bersama dengan sejumlah napi lainnya.
    
"Mochtar Setijohadi di Blok A-9 bersama napi lainnya. Jumlahnya banyak," ujarnya.
    
Menjawab pertanyaan, Basyir mengatakan belum tahu kemungkinan Mochtar Setijohadi yang juga mantan Wakil Ketua DPRD di daerah setempat itu dipindahkan ke lapas lain di Jatim atau ke Lapas Sukamiskin, Jabar.
    
Alasannya, lanjut dia, pemidahan seorang narapidana dari lapas ke lapas lainnya dalam kasus tindak pidana korupsi (tipikor) kewenangannya ada pada di Dirjen Pemasyarakatan.
    
"Kewenangan memindahkan Mochtar Setijohadi ke lapas lain, misalnya ke Lapas Sukamiskin berdasarkan keputusan Dirjen Pemasyarakatan," katanya, menegaskan.
    
Sebelum itu, Kepala Kejaksanaan Negeri Bojonegoro Tugas Utoto menjelaskan Mochtar Setijohadi akan dikirim ke Lapas Sukamiskin, Jawa Barat.
    
"Dia sudah memenuhi persyaratan untuk dikirim ke Lapas Sukamiskin kalau melihat masa hukumannya enam tahun penjara," tandasnya.
    
Sesuai keputusan MA No. 1481/K/pid.sus/2012 terpidana Mochtar Setijohadi, mendapatkan hukuman enam tahun penjara ditambah denda sebesar Rp200 juta atau dua bulan kurungan. Selain itu, ia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp687.900.000 atau enam bulan kurungan.
    
Mochtar Setijohadi sempat masuk sebagai daftar pencarian orang (DPO), karena ia tiga kali tidak memenuhi panggilan Kejari setempat dalam pelaksanaan eksekusi kasus korupsi dana perjalanan Dinas DPRD 2006/2007 sebesar Rp13,245 miliar pada Mei lalu. (ant)

Editor: Heru Pramono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
702132 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas