Jumat, 3 Juli 2015

Motor Curian untuk Balap Liar

Jumat, 16 Agustus 2013 20:33

Motor Curian untuk Balap Liar
Dul Jaman beserta motor hasil curian saat diamankan Sat Lantas Polrestabes Surabaya, Jumat (16/8/2013).

SURYA Online, SURABAYA – Aksi balap liar yang marak terjadi di Surabaya ternyata menggunakan sepeda motor hasil curian. Setidaknya, hal ini yang dilakukan oleh Dul Jaman (22) warga Bulak Rukem IV Surabaya.

“Saya sudah dua kali membeli sepeda motor bodong (hasil curian) untuk balapan. Yang pertama sepeda motor Yamaha Mio dan sekarang Suzuki Satria,” jawab remaja asal Madura ini di sela menjalani pemeriksaan di Unit Laka Sat Lantas Polrestabes Surabaya, Jumat (16/8/2013).

Menurutnya, sepeda motor Satria W 6642 GU tersebut dibeli dari seorang pria bernama Herman dengan harga Rp 6,5 juta. Tanpa ada BPKB, STNK, bahkan tanpa kontak. Dan dia juga tahu bahwa motor warna hitam yang dibelinya itu merupakan hasil kejahatan.

Setiap kali bapalan, kata Dul Jaman, dia dan rekan-rekannya biasa bertaruh antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Uang taruhan itu merupakan hasil patungan. Dirinya mengaku hanya menyediakan sepeda motor, sedangkan yang menjadi joki balap liar adalah temannya.

Terungkapnya perkara ini berawal saat Dul Jaman mengendarai sepeda motor hasil kejahatan tersebut dengan kecepatan tinggi dan menabrak pengendara sepeda motor lain di Jl Raya Romokalisari Surabaya pada 12 Agustus 2013.

”Saat melintasi jalan menikung, dia ini dengan kecepatan tinggi dan berjalan di jalur kanan. Kemudian menabrak sepeda motor L 6962 XL yang dikendarai Riza Azizi (22) warga Romokalisari, yang melaju dari arah berlawanan,” ungkap Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Sabilul Alif, Jumat siang (16/8/2013).

”Korban Riza Azizi mengalami luka parah hingga patah tulang kakinya akibat peristiwa itu. Sedangkan Dul Jaman malah berusaha kabur. Sampai akhirnya dia dikejar dan sempat digebugi warga setelah berhasil ditangkap,” imbuhnya.

Halaman12
Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas