Surya/

Polisi Anti Amplop

Sampai kini saya masih mengingat dan bangga kepada polisi muda yang menolak amplop pemberian ayah.

SAYA mencoba mengingat pengalaman masa kecil bersama seorang polisi muda yang membantu kami lolos dari Banjir di daerah Mojokerto saat arus mudik lebaran. Kami (saya, ayah dan almarhum ibu) menaiki mobil van putih menuju Mojokerto. Karena bertepatan dengan arus mudik, kemacetan berpotensi ada dimana-mana.

Hari itu hujan turun deras. Sejak dari Japanan, hujan yang sudah deras ditingkah petir yang menyambar. Ketika berhenti di sebuah warung untuk istirahat, kami mendengar salah satu daerah sudah terendam lumpur. Kami meneruskan perjalanan.

Saya ingat betul tak lama kemudian mobil kami terjebak lumpur. Kami tak bisa memutar balik karena lumpur semakin pekat. Di tengah kekacauan tersebut, ada seorang polisi muda, sekitar 30 tahun membantu setiap mobil yang terjebak banjir lumpur.

Akhirnya polisi muda tadi menumpang mobil kami menuju sekolah polisi negara (SPN) Mojokerto. Sesampai di SPN, ayah menawarkan amplop berisi uang sebagai tanda terima kasih. Polisi muda yang baik hati tadi menolak amplop dan berlalu masuk ke gerbang SPN dengan gagah.

Saya bangga pernah bertemu polisi muda baik hati yang telah membantu kami sekeluarga. Dan saya masih mengingat kebaikannya hingga saat ini.

Ferril Irham Muzaki
Universitas Negeri Malang

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help