Berita Tulungagung

Komnas HAM: Densus 88 Sering Bunuh Orang Tak Berdaya

Seharusanya jika dianggap tidak bersalah tidak perlu menunggu 7 hari untuk dilepas.

Komnas HAM: Densus 88 Sering Bunuh Orang Tak Berdaya
Mugi Hartanto dan Kepala SDN Geger 3, Zubaidah.

SURYA Online, TULUNGAGUNG - Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) menilai Densus 88 cenderung menembak mati terduga teroris dengan dalih membahayakan petugas.

Padahal dalam beberapa peristiwa, Komnas HAM justru menemukan fakta terduga ditembak mati dalam kondisi tidak berdaya.

Tindakan extra judicial killing ini selalu berulang dan sudah berkali-kali disesalkan Komnas HAM karena tindakan berlebihan ini melanggar HAM dan justru merugikan pengungkapan kasus yang sebenarnya," kata anggota Komnas HAM, Sianne Indriani dalam keterangan persnya, Minggu (4/8/2013).

Menurut dia, tindakan kejam ini akan terus menimbulkan dendam, mengalami stigmatisasi serta trauma yang mendalam bagi sanak keluarga korban, padahal mereka belum tentu bersalah.

Mantan wartawan Harian SURYA itu menyebutkan, Komnas HAM tidak membenarkan tindakan terorisme, tetapi pemberantasan terorisme harus diutamakan mengedepankan tindakan preventif serta menghormati proses hukum dan tidak asal tembak mati.

Pernyataan ini terkait kedatangan Sianne bersama timnya pada Sabtu (3/8/12013) lalu ke Desa Gambiran dan Penjor, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung ditemani beberapa pengurus Muhammadiyah Tulungagung.

Tim Komnas HAM mewawancari Sapari dan Mugi Hartanto serta warga. Komnas HAM juga pergi ke Lamongan dan melakukan hal serupa, lantas menyebut kegiatan itu sebagai investigasi.

Hasilnya, papar Sianne, Komnas HAM menemukan adanya kejanggalan terhadap proses penembakan mati terhadap 2 terduga teroris di Tulungagung 22 juli 2013 lalu oleh Densus 88.

Komnas HAM menemukan fakta bahwa 2 terduga teroris (Rizal atau Eko Suryanto dan M Hidayah atau Dayat) ditembak dalam kondisi tidak berdaya dan tidak ada perlawanan.

Rizal dan Dayat baru turun di sebuah halte dari motor dibonceng oleh Sapari dan Mugi Hartanto, membawa 2 kardus mie instan berisi pakaian dan buku-buku milik Rizal.

Halaman
123
Penulis: Yuli
Editor: Satwika Rumeksa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved