Pilgub Jatim

Pohon Dipaku, Atribut Dicopot Paksa

"Pemasangan banner dengan cara dipaku di pohon, menunjukkan timses tidak ramah lingkungan.

SURYA Online, BATU - Ketua Panwaslu Kota Batu, Abdul Rokhim mengingatkan kepada semua tim sukses (timses) calon Pilgub 2013 supaya memperhatikan aturan pemasangan alat peraga.

Kalau tidak, Rokhim berjanji Panwaslu tak segan-segan menurunkan alat peraga tersebut. "Pemasangan banner dengan cara dipaku di pohon, menunjukkan timses tidak ramah lingkungan. Dan diaturan pemilu, itu dilarang,” ujar Rokhim, Jumat (27/7).

Selain itu, Panwaslu juga melarang alat peraga kampanye dipasang di kawasan terlarang. Di Kota Batu, kawasan terlarang bebas dari atribut kampanye adalah di alun-alun Jl Gajah Mada, tempat ibadah, serta tempat pendidikan seperti sekolahan. Termasuk di jalan protokol, seperti Jl Gajah Mada, Jl Panglima Sudirman dan Jl Diponegoro.

"Kawasan yang saya sebutkan itu, haram untuk dipasangi alat peraga kampanye. Kalau tetap dilakukan, kami akan minta bantuan Satpol PP untuk menurunkan. Sebab, kawasan terlarang itu diatur dalam perwali," ujarnya.

Beberapa waktu lalu Panwaslu meminta Satpol PP mencopot baliho bergambar parpol Hanura beserta Ketua Umumnya, Wiranto dan Ketua DPD Jatim Kuswanto, yang terpasang di reklame sebelah kanan pos polisi Jl Gajah Mada

Penulis: Iksan Fauzi
Editor: Adi Agus Santoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help