• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Surya

Jalan Tembus Kota Gresik Mulai Dibangun

Jumat, 26 Juli 2013 19:54 WIB
Jalan Tembus Kota Gresik Mulai Dibangun
Warga melintasi di jalan bekas tambang PT Semen Gresik, Jumat (26/7/2013).

SURYA Online, GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik akhirnya bisa membangun jalan bekas tambang PT Semen Gresik mulai Jl Jawa, Gresik Kota Baru (GKB) sampai Jl Notoprayitno, sepanjang 2,550 meter, lebar 6 meter.

Pembangunan jalan alternatif itu untuk memecah kemacetan di pusat Kota Gresik Jl Dr Wahidin Sudirohusodo. Pembangunan jalan tersebut mendapat izin dari PT Semen Gresik yang sekarang diganti dengan PT Semen Indonesia.

Tahun 2012, pembangunan jalan alternatif ini sempat tertunda karena Pemkab Gresik akan membangun jalan di bakas tambang Semen Gresik seluas 12 meter. Tetapi Semen Indonesia ahirnya tetap hanya mengijinkan pembangunan jalan seluas 6 meter.

"Untuk jalan tembus sedang dikerjakan dan berjalan. Permasalahan dengan PT Semen Gresik sudah tidak ada masalah," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Bambang Isdianto, Jumat (26/7/2013).

Dari proyek pembangunan jalan tersebut menghabiskan anggaran Rp 5,4 miliar dikerjakan selama 150 hari dimulai 16 Mei 2013. Anehnya, proyek yang dikerjakan melalui lelang di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gresik tanpa melakukan sosialisasi ke pedagang di sekitar proyek sehingga banyak bangunan warung makan dan kopi rusak akibat getaran pengerasan jalan.

"Proyek dikerjakan tidak ada sosialisasi dari pekerja dan Pemda Gresik sehingga warga kurang persiapan bangunan yang mudah retak. Warga tidak komplain karena masih menunggu keputusan pemerintah untuk sosialisasi," kata Jamal, salah satu pemilik warung  di sekitar proyek jalan alternatif bekas tambang PT Semen Gresik.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
678142 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas