• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 20 Oktober 2014
Surya

Kisruh Pilkades Karangjati Hanya Digantung Pemkab Ngawi

Minggu, 21 Juli 2013 12:33 WIB

SURYA Online, NGAWI - Kasus kisruh Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pilangkenceng, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Ngawi hingga kini masih digantung Pemkab Ngawi.

Pasalnya, hingga hampir selama 3 pekan ini tak ada inisiatif Pemkab Ngawi sebagai upaya untuk menyelesaikan sengketa Pilkades yang dipicu dugaan permainan penggelembungan suara itu. Apalagi, dalam Pilkades itu antara calon Kepala Desa (Cakades) terpilih dan Cakades kalah, hanya selisih 3 suara.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa (Pemdes) Pemkab Ngawi, Kabul Tunggul Winarno mengaku tidak bisa memberikan keputusan, apakah pelaksanaan Pilkades di Desa Karangjati itu bakal diulang atau tidak. Alasannya, penyelesaian tersebut bergantung keputusan Bupati Ngawi.

"Permasalahan yang terjadi di Desa Karangjati semua bergantung keputusan Bupati. Kami tak berani mengambil sikap dan menyimpulkan sendiri," terangnya kepada Surya, Minggu (21/7/2013).

Selain itu, Kabul menegaskan pihaknya tidak menangani masalah soal ada atau tidaknya kecurangan dalam pelaksanaan Pilkades. Akan tetapi, hal itu diserahkan langsung kepada panitia Pilkades yang telah dibentuk di Desa Karangjati sebelumnya pelaksanaaan Pilkades.

"Kami nggak tahu karena semuanya itu bukan ranah (pekerjaan) kami. Semua itu pekerjaan dan tugas panitia Pilkades," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kisruh Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karangjati, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi berbuntut panjang. Ratusan massa pendukung calon kades (cakades) incumbent yang kalah dengan selisih tiga suara dengan cakades Sumuni, meluruk Kantor Kecamatan Karangjati, Jumat (12/7/2013).

Dalam aksinya, mereka ditemui Camat Karangjati, Gigih Wiyono. Mereka menuntut, hasil Pilkades digelar 27 Juni 2013 itu dianulir. Pasalnya, dinilai syarat rekayasa dan diduga terjadi penggelembungan suara untuk memenangkan Cakades terpilih.

Penulis: Sudarmawan
Editor: Heru Pramono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
669962 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas