• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Surya

Muncul Berkas Siluman Jelang Penetapan Cagub Jatim

Sabtu, 13 Juli 2013 19:34 WIB

SURYA Online, SURABAYA-Menjelang sidang pleno KPU Jatim membahas lolos tidaknya bakal pasangan Cagub-cawagub Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja (Berkah) dan Eggi Sudjana-Muhammad Sihat, Minggu (14/7/2013), KPU Jatim terus mendapat tambahan berkas dokumen. Jumat (12/7/2013), KPU Jatim menerima dua surat yang saling bertolak belakang.

Surat pertama diserahkan Liaison Officer (LO) pasangan Berkah yang  menyerahkan surat pernyataan yang diklaim berasal dari Ketua DPD Partai Kedaulatan (PK) Jatim Ahmad Tony Dimyati. Tony adalah Ketua DPW PK yang mendukung KarSa.

Jumat siang itu, mendadak LO Khofifah membawa surat yang disebut dari Tony, yang menerangkan bahwa kepengurusan dirinya adalah ilegal karena sudah dipecat. ''Kami hanya menerimanya,'' ujar Komisioner KPU Jatim Divisi Logistik dan Penganggaran Sayekti Suindyah, Sabtu (13/7/2013).

Namun, malamnya, giliran Sekretaris PK Jatim Mahsun Azis yang menyerahkan surat yang bernada sebaliknya. Isinya, dia meragukan kebenaran surat yang diklaim dari Tony tersebut.

''Sudah kami serahkan surat resmi ke KPU yang menerangkan bahwa dukungan kami ke KarSa tidak berubah,'' tegasnya.

PK merupakan satu dari dua partai non parlemen yang mempunyai dukungan ganda dalam pendaftaran Pilgub Jatim 2013, yakni mendukung pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) dan pasangan Berkah.

Mahsun menjelaskan, banyak kejanggalan terkait surat yang diserahkan LO Khofifah. Pertama, Tony sudah menghilang selama tiga hari tanpa diketahui oleh keluarganya.

Kedua, sebulan sebelumnya, Tony sempat melakukan testimoni resmi yang direkam, bahwa dirinya sempat didekati pasangan calon lain dengan iming-iming uang agar partainya yang sudah mengusung KarSa berpindah ke calon tersebut.

''Jadi, saya heran kenapa kok tiba-tiba seperti ini. Mosok tergoda tawaran uang dari pasangan calon lain?,'' Imbuhnya.

Ahmad Tony sendiri belum bisa dikonfirmasi. Dua nomor ponselnya sudah tak aktif. Pesan pendek yang dikirimkan pun juga tak berbalas.

Di bagian lain, surat-surat tersebut tampaknya juga tak ada pengaruhnya sama sekali. Pasalnya, surat itu diserahkan sesudah melewati batas masa pendaftaran, yang selesai pada 16 Juni lalu.

''Saya belum melihat suratnya. Tapi, pada prinsipnya, pengajuan perbaikan sudah lewat masanya. Bahkan ketika usai mendaftar, dukungan tak bisa dicabut dan dialihkan begitu saja,'' tanda Ketua Pokja Pencalonan KPU Jatim Agung Nugroho.

Komisioner KPU Jatim Divisi Hukum, Sumber Daya, dan Pengawasan ini menjelaskan, bila dibebaskan begitu saja, maka bisa-bisa tak akan ada habisnya partai-partai berganti pasangan calon.

''Bisa gak selesai-selesai sampai coblosan, karena partai terus berganti calon yang didukungnya,'' terangnya.

Dikatakan Agung, surat yang diklaim dari ketua PK tersebut dan surat balasan dari sekretarisnya yang bernada sebaliknya tetap diterima dan hanya diperlakukan sebagai dokumen.

''Surat itu tidak akan jadi materi yang jadi bahan atau dasar pengambilan keputusan,'' tegasnya.

Agung menjamin agar semua pihak  percaya pada independensi KPU Jatim. Karena kinerja KPU sudah diatur dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang jelas.

"Makanya saya harap semua pihak tak perlu khawatir. Kami akan profesional,'' tandasnya.

Komisioner KPU RI Arief Budiman menjelaskan, surat dari KPU RI sudah dikirimkan ke KPU Jatim. ''Saya belum tahu pastinya kapan. Tapi, yang jelas, sebelum pleno digelar surat jawaban dari konsultasi terkait dualitas dukungan dalam Pilgub Jatim sudah tiba,'' jelasnya.

Disinggung terkait keputusan sidang pleno kedua, Arief mengaku hal itu sepenuhnya merupakan kewenangan dari KPU Jatim. Pihaknya yakin KPU akan mengacu pada aturan main yang ada.

"Jadi keputusan harus berdasarkan aturan. Bukan pada tekanan di luar atau pun lobi-lobi politik,'' tegasnya.

Terkait dua surat dari pimpinan PK Jatim, Arief menimpali sesuai aturan, seharusnya surat tersebut tidak bisa menjadi rujukan.

Terpisah, Kepala Kantor Media Center pasangan KarSa Anang Supriyono mengatakan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada KPU. ''Kami berharap bahwa semua pihak tidak menggunakan cara-cara kotor untuk mengintervensi KPU,'' tegasnya.

"Biarkan KPU bekerja sesuai aturan yang ada," imbuh Anang.

Sementara Sekretaris DPW PKB Jatim Thoriqul Haq tetap menyatakan optimismenya, bahwa pasangan Berkah yang diusung partainya akan  tetap lolos.

''Saya tak perlu banyak omong lagi. Fokus kami sudah pada upaya pemenangan. Bukan lolos atau tak lolos,'' tegasnya.

Penulis: Mujib Anwar
Editor: Satwika Rumeksa
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas