Jumat, 19 Desember 2014
Surya

Inilah Pulau Awet Muda

Sabtu, 13 Juli 2013 19:24 WIB

Inilah Pulau Awet Muda
Muhammad Ali Murtadlo

Oleh : Muhammad Ali Murtadlo
Mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya
ali_murtadlo22@yahoo.com

Udara bersih adalah yang sangat mahal saat ini. World Health Organization (WHO) mencatat, polusi udara telah merenggut nyawa 2 juta warga dunia setiap tahunnya. Hampir 1.082 kota di 91 negara terpapar polusi udara tinggi yang memicu penyakit jantung, kanker paru-paru, asma, dan infeksi pernapasan akut.

Namun, warga Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura ini patut bersyukur. Hasil penelitian tim pusat pemanfaatan sains atmosfer dan iklim (Juli 2006), yang kemudian dilakukan kaji ulang pada 27 Desember 2011 oleh Badan Lingkungan Hidup Sumenep, dan terakhir pada 25 Mei 2013 lalu oleh Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya, menunjukkan bila Pulau Giliyang adalah satu-satunya pulau dengan kadar oksigen terbaik di dunia.

Pulau seluas 9,15 km2 itu terdiri dari dua desa, yakni Desa Banraas berpenduduk 4.200 jiwa dan Desa Bancamara berpenduduk 3.860 jiwa. Liburan akhir pekan lalu, Ahad (30/6/2013), kami dari laskar ambisius IAIN Sunan Ampel Surabaya menyambangi pulau Giliyang yang juga berjuluk pulau awet muda.

Kenapa disebut pulau awet muda? Karena kandungan oksigen di Desa Banraas dan Bancamara berkisar 3,3 hingga 4,8 persen di atas normal. Nah, kandungan oksigen yang tinggi inilah yang menyebabkan mayoritas warga di Pulau Giliyang awet muda dan tetap segar bugar, meski usianya mencapai 101 tahun, bahkan lebih.

Untuk mencapai lokasi ini, bisa ditempuh dengan perjalanan laut dari Pelabuhan Dungkek menggunakan perahu motor milik nelayan setempat dengan lama tempuh maksimal satu jam. Tarif yang dipatok hanya Rp 5.000 per orang untuk sekali jalan. Dari pelabuhan Dungkek dilayani siang hari dan pagi dari pelabuhan Pulau Giliyang. Nelayan juga melayani carter perahu bertarif Rp 350.000 pulang pergi dari pelabuhan Dungkek. Dengan carteran perahu itu bisa mengelilingi pulau dan beruji nyali melawan ganasnya ombak lautan.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas