• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 30 Oktober 2014
Surya

Hasil Otopsi Gadis Hamil Mengalami Luka 9 Tusukan

Sabtu, 13 Juli 2013 15:46 WIB
Hasil Otopsi Gadis Hamil Mengalami Luka 9 Tusukan
OLAH TKP - Sejumlah petugas Polsek Sumoroto dan Polres Ponorogo menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lokasi pembunuhan gadis berusia sekitar 20 tahun yang dibunuh di warung bambu Es Degang di JL Raya Ponorogo - Wonogiri, Desa Maron, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jumat (12/7/2013).

SURYA Online, PONOROGO - Petugas otopsi kamar mayat RSUD dr Harjono, Kabupaten Ponorogo, Suyoto memastikan jika gadis hamil 7 bulan yang diduga dibunuh orang dekatnya di warung bambu es degan di pinggir JL Raya Ponorogo - Wonogiri, Desa Maron, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo mengalami 9 luka tusuk di sekujur tubuhnya.

Rata-rata luka tusakan itu antara 2 sentimeter hingga 6 sentimeter. Karena pendarahan luka tusuk itu, menyebabkan korban tewas karena kekurangan darah.

"Setelah diotopsi ada 9 luka tusuk di tubuh korban dengan kedalam bervariasi," terangnya kepada Surya, Sabtu (13/7/2013).

Selain itu, lelaki yang akrab dipanggil Yoto ini mengungkapkan 9 luka tusuk itu diantaranya 2 luka di leher, 2 luka sayatan di wajah, kemudian luka tusukan di dada tengah, satu luka tusukan di bagian perut serta luka di bagian dada kanan kiri.

"Tidak hanya itu, masih ada luka di sela-sela jari tangan korban yang menunjukkan korban melawan pelaku saat dianiaya," pungkas petugas kamar mayat ini.

Diberitakan sebelumnya, seorang gadis yang diduga tengah hamil 7 bulan dibunuh di warung bambu Es Degan di pinggir JL Raya Ponorogo - Wonogiri, Desa Maron, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jumat (12/7/2013) pukul 23.00 WIB.

Dugaan sementara, korban dibunuh dan dibantai kekasihnya yang tidak menghendaki kehamilan korban. Pasalnya, perut korban sudah dalam kondisi buncit layaknya orang hamil usia 6 sampai 7 bulan. Sebelum korban dibunuh, diduga, antara korban dan kekasihnya itu bertemu di warung bambu es degan itu.

Namun, saat bertemu dan diminta pertanggungjawabannya itu, kekasih korban justru tak mau mengakuinya hingga menganiaya dan menyebabkan korban tewas di lokasi kejadian.

Penulis: Sudarmawan
Editor: Heru Pramono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas