Minggu, 21 Desember 2014
Surya

Gadis Hamil 7 Bulan Dibunuh Kekasihnya

Sabtu, 13 Juli 2013 15:08 WIB

Gadis Hamil 7 Bulan Dibunuh Kekasihnya
OLAH TKP - Sejumlah petugas Polsek Sumoroto dan Polres Ponorogo menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lokasi pembunuhan gadis Jumat(12/7/2013).

SURYA Online, PONOROGO - Seorang gadis yang diduga tengah hamil 7 bulan dibunuh di warung bambu Es Degan di pinggir JL Raya Ponorogo - Wonogiri, Desa Maron, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jumat (12/7/2013) pukul 23.00 WIB.

Dugaan sementara, korban dibunuh dan dibantai kekasihnya yang tidak menghendaki kehamilan korban. Pasalnya, perut korban sudah dalam kondisi buncit layaknya orang hamil usia 6 sampai 7 bulan.

Sebelum korban dibunuh, diduga, antara korban dan kekasihnya itu bertemu di warung bambu es degan itu. Namun, saat bertemu dan diminta pertanggungjawabannya itu, kekasih korban justru tak mau mengakuinya hingga menganiaya dan menyebabkan korban tewas di lokasi kejadian.

saat ditemukan, jenazah gadis yang mengenakan baju batik putih, kembang hitam, switer ungu dan tangan merah, serta celana jeans biru itu, dalam kondisi tertelungkup di selokan di barat warung es degan itu.

Selain tertelungkup, posisi korban juga masih ditindah menggunakan batu besar seukuran perut orang dewasa. Sedangkan darah berceceran masih berada di warung berlantai bambu itu.

Jenazah korban kali pertama ditemukan 5 Anak Baru Gede (ABG) yang sedang naik motor. Saat melintas di dekat warung bambu es degan tersebut, tanpa ada masalah salah satu motor tiba-tiba mogok tanpa ada tanda kerusakan.

Saat motor mogok, salah satu ABG itu, hendak buang air kecil di selokan samping kanan warung es degan itu. Betapa kagetnya, ketika melihat ada sosok orang tergeletak di dalam selokan itu.

Karena ketakutan, kelima ABG itu tidak langsung melaporkan ke polisi akan tetapi masih telepon dan SMS ke sejumlah temannya. Baru sekitar 2 jam usai mayat ditemukan atau sekitar pukul 23.00 WIB, para saksi yang terdiri dari Afif (15) dan Andik Prabowo (15) keduanya warga Gelanglor, Kecamatan Sampung, kemudian Andika (16) dan Mohammmad Tohirin (16) keduanya warga Dusun Bandar, Desa karangjoho, Kecamatan Badegan serta terakhir Riski Purnama (14) warga Dusun Keden, Desa Watubonang, Kecamatan Badegan melaporkan kasus penemuan mayat itu ke Polsek Sumoroto.

Saksi Afif mengatakan jika dia dan rekan-rekannya sudah biasa sejak sekitar pukul 21.00 WIB berjalan-jalan dan putar-putar naik motor. Namun anehnya, motor yang tak ada masalah, Ketika sampai di depan warung bambu es degan di dekat tempat pembantaian gadis hamil tersebut tiba-tiba motor salah satu rekannya mogok. Padahal, paska menemukan mayat itu, motor sudah lancar digunakan lagi.

"Sambil memperbaiki motor saya kencing. Ketika hendak kencing ada mobil dari arah barat otomatis tersorot lampu mobil, baru saya melihat di bawah saya kencing ada seorang perempuan tergeletak dengan bersimbah darah. Lalu saya telepon ke teman-teman dan kenalan saya di kampung karena saya ketakutan," terangnya kepada Surya, Jumat (12/7/2013) malam didampingi 4 rekannya.

Sementara, Kapolsek Sumoroto Kompol Suharyanto ketika dikonfirmasi menegaskan jika setelah mendapat laporan ada penemuan mayat perempuan pihaknya langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selanjutnya, setelah dipastikan ada mayat, pihaknya langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Ponorogo.

"Awalnya anak-anak itu melihat mayat pukul 21.00 WIB, akan tetapi karena takut hanya telepon dan SMS ke temannya dengan mengabarkan kalau melihat mayat perempuan. Laporan masuk ke Polsek dari warga Srandil sekitar pukul 23.00 WIB. Petugas kami langsung mendatangi TKP dan langsung melaporkan ke Polres Ponorogo untuk evakuasi dan olah TKP," pungkasnya.

Penulis: Sudarmawan
Editor: Heru Pramono

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas