• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 22 Agustus 2014
Surya

Jelang Lebaran, Dinas PU Kebut Pelebaran Jalur Mudik Ponorogo - Pacitan

Sabtu, 6 Juli 2013 16:53 WIB
Jelang Lebaran, Dinas PU Kebut Pelebaran Jalur Mudik Ponorogo - Pacitan
DILEBARKAN - Jalur Ponorogo - Pacitan yang masih sempit karena memiliki lebar 5 meter di sepanjang Desa Ngampel hingga Desa Jepun, Kecamatan Balong akan dilebarkan 2 meter untuk mengurangi kemacetan dan kecelakaan saat lebaran Tahun 2013 mendatang, Sabtu (6/7/2013).

SURYA Online, PONOROGO - Untuk mengantisipasi kemacetan dan tingginya angka kecelakaan di Jalur Ponorogo - Pacitan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Propinsi Jawa Timur mulai melaksanakan perbaikan jalur mudik mulai Ponorogo - Pacitan hingga Ponorogo - Trenggalek.

Perbaikan itu, selain dilaksanakan dengan melebarkan jalan juga membuatkan plengsengan di tepian jalan di sejumlah titik. Hal ini agar saat hujan deras air sungai tak meluap ke jalan dan saat jalan dipenuhi air hujan bisa cepat meresap dan hilang dengan adanya plesengan selokan jalur air itu.

Sejumlah perbaikan yang dilaksanakan Dinas PU Propinsi Jatim itu, diantaranya perbaikan tanggul pengaman jalan yang ambrol beberapa bulan lalu di jalur Ponorogo - Pacitan, tepatnya di utara RSUD, dr Harjono Ponorogo. Pembuatan plengseng di tepian jalan Desa Ngampel, Kecamatan balong dan pembuatan plengsengan di tepian jalan di Desa Winong, Kecamatan Jetis ini, agar air banjir dari sungai di tepi jalan itu tidak meluap ke badan jalan Propinsi saat terjadi hujan deras.

Selain itu, Dinas PU Propinsi juga melebarkan jalan mulai dari Kelurahan Paju, Kecamatan Ponorogo tepatnya di selatan RSUD Ponorogo hingga ke arah Kecamatan Balong.

"Kalau dilebarkan seperti ini saya rasa pas dan cocok. Sekarang kendaraan semakin padat dan jalanya sempit tak pernah dilebarkan. Jalur ini jalur propinsi yang merupakan jalur Ponorogo-Pacitan. Apalagi setiap mendekati lebaran, dipasti kan jalur ini akan bertambah padat," terang Parni (50) warga Desa Ngampel, Kecamatan Balong kepada Surya Online, Sabtu (6/7/2013).

Ha yang sama disampaikan warga Desa Jepun, Kecamatan Balong, Ny Surti (40). Menurutnya, jika jalur Ponorogo-Pacitan setelah dari perempatan Balong, terutama lapangan Desa Jepun ke utara hingga Desa Ngampel, kondisinya sempit di banding dengan jalur lalu lintas lain yang melintasi jalur ini.
 
"Kalau dilebarkan 2 meter sudah cukup lebar. Karena jalur ini merupakan jalur cepat bagi semua kendaraan yang melintasi jalur ini," imbuhnya.

KPA PPK proyek pelebaran jalan Propinsi di Madiun, Zainal menjelaskan pelebaran jalan propinsi Ponorogo-Pacitan mulai dari titik KM SBY 207 + 800 sampai dengan 208+800 dan 219 + 050 sampai dengan 219 + 500. Nilai kotrak pekerjaannya hingga Nopember 2013 mendatang dengan nilai pekerjaan Rp 5,691 miliar.

"Pelebaran ini karena di sejumlah titik tersebut jalannya masih sempit. Karena lebar jalan di lokasi yang dilebarkan itu hanya 5 meter, akan dilebarkan menjadi 7 meter. Lebaran kami usahakan sudah selesai untuk pemerataan dan overlay (lapisan pengerasan) jalan. Jadi proyek pelabaran ini 2 kilometer dan lapisan pengerasan nya 1,5 kilometer," paparnya.

Sementara, Kasi Jalan Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Jatim, UPT Madiun, Marijatuel Kittijah melalui ponselnya membenarkan adanya proyek pelebaran jalan di jalur Ponorogo-Pacitan, tepatnya antara Desa Ngampel hingga Desa Jepun, Kecamatan Balong. Menurut Kittijah, jalur di lokasi pelabaran tersebut hanya memiliki lebar jalan 5 meter. Kondisi itu, terlalu sempit bagi jalur cepat antar kabupaten dan antar propinsi itu.

"Kami tambah lebar ke kanan dan kiri jalan sekitar 125 sentimeter. Semuanya bertambah lebar sekitar 2 meteran. Jalan yang tadinya hanya 5 meter akan menjadi 7 meter. Panjang jalan yang dilebarkan kurang lebih 2,250 kilometer," pungkasnya.

Penulis: Sudarmawan
Editor: Heru Pramono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
651032 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas