• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Surya

Tarif Baru Taxi Tak Sebanding

Rabu, 3 Juli 2013 22:16 WIB

SURYA Online, SURABAYA - Kenaikan harga BBM subsidi berimbas pada pendapatan perusahaan pengelola taksi sehingga harus pintar-pintar mengatur strategi mengingat ketetapan Pemkot Surabaya dalam penentuan kenaikan tarif dinilai tidak sesuai harapan.

“Kalau hitung-hitungan komponennya secar faktual, cost countingnya memang lebih rendah, tapi di sisi lain pengelola taksi bisa melihatnya, dengan arti masih punya kesempatan hidup lebih panjang daripada tidak ada kenaikan,” ujar General Manager Area Blue Bird Group Surabaya, Ateng Aryono, Rabu (3/7/2013).

Ia menambahkan, resiko berkurangnya pendapatan menjadi wajar dalam kondisi demikian, sehingga pengelola taksi harus berusaha tetap survive.

“Sekarang bagaimana survive dulu, kalau bisa survive mudah-mudahan bisa kembali mendapat keuntungan,” tambah Ateng.

Manajer Operasional Orenz Iwan Hermawan mengatakan, penetapan tarif baru untuk taksi cukup memberatkan, jika dihitung nilai kebutuhan dalam pelayanan taksi ke pelanggan tidak sebanding dengan batasan yang ditetapkan Pemkot.

“Sebenarnya bagi perusahaan masih kurang, kalau ditanya apakah masih dapat keuntungan ya sangat mepet,” ujar Iwan.

Menurutnya, perhitungan operasional taksi harus dihitung semua biaya coverage dan bukan semata-mata penggunaan BBM, sehingga perusahaan mencoba melakukan perlakuan khusus secara internal.

“Perilaku driver itu bisa memberi pengaruh 3 persen sampai 4 persen dari biaya, karena itu untuk mengejar kekurangan kami mulai dari para pengemudi,” terang Iwan.

Menurutnya, cara mengemudi secara eco drive, seperti menetralkan perseneling saat lampu merah dan menghindari pengereman mendadak bisa berdampak positif secara ekonomis.

Direktur Operasional Taki Silver, Adhi Pujianto menyebut, penetapan tarif baru lebih kecil dari yang dibutuhkan. “Dulu margin yang didapat masih mencukupi, dengan tarif baru sekarang kenaikannya tidak signifikan dengan kenaikan BBM, sangat ngepres,” ungkap Adhi.

Untuk menyesuaikan kondisi yang ada, Taksi Silver mulai membuka wacana untuk kembali memanfaatkan Bahan Bakar Gas (BBG).

Tarif baru taksi di Surabaya sudah mulai diterapkan minggu ini seiring dengan sosialiasi dan pemberlakuan masa tera argo yang baru.

Tarif flag fall alias tarif saat baru naik semula batas bawah Rp 4.500, naik 15 persen menjadi Rp 5.000. Batas atas dari Rp 5.000 naik 10 persen menjadi Rp 5.500.

Adapun tarif per kilometer batas bawah semula Rp 3.000 menjadi Rp 3.500, naik 17 persen. Sedangkan batas atas semula Rp 3.250 naik 23 persen menjadi Rp 4.000. Kenaikan tarif tunggu batas bawah semula Rp 30.000, naik 17 persen menjadi Rp 35.000. Sementara batas atas semula Rp 32.500, naik 23 persen menjadi Rp 40.000.

Penulis: Dyan Rekohadi
Editor: Wahjoe Harjanto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas