Rabu, 4 Maret 2015

Tarif Baru Taxi Tak Sebanding

Rabu, 3 Juli 2013 22:16 WIB

SURYA Online, SURABAYA - Kenaikan harga BBM subsidi berimbas pada pendapatan perusahaan pengelola taksi sehingga harus pintar-pintar mengatur strategi mengingat ketetapan Pemkot Surabaya dalam penentuan kenaikan tarif dinilai tidak sesuai harapan.

“Kalau hitung-hitungan komponennya secar faktual, cost countingnya memang lebih rendah, tapi di sisi lain pengelola taksi bisa melihatnya, dengan arti masih punya kesempatan hidup lebih panjang daripada tidak ada kenaikan,” ujar General Manager Area Blue Bird Group Surabaya, Ateng Aryono, Rabu (3/7/2013).

Ia menambahkan, resiko berkurangnya pendapatan menjadi wajar dalam kondisi demikian, sehingga pengelola taksi harus berusaha tetap survive.

“Sekarang bagaimana survive dulu, kalau bisa survive mudah-mudahan bisa kembali mendapat keuntungan,” tambah Ateng.

Manajer Operasional Orenz Iwan Hermawan mengatakan, penetapan tarif baru untuk taksi cukup memberatkan, jika dihitung nilai kebutuhan dalam pelayanan taksi ke pelanggan tidak sebanding dengan batasan yang ditetapkan Pemkot.

“Sebenarnya bagi perusahaan masih kurang, kalau ditanya apakah masih dapat keuntungan ya sangat mepet,” ujar Iwan.

Menurutnya, perhitungan operasional taksi harus dihitung semua biaya coverage dan bukan semata-mata penggunaan BBM, sehingga perusahaan mencoba melakukan perlakuan khusus secara internal.

Halaman12
Penulis: Dyan Rekohadi
Editor: Wahjoe Harjanto
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas