• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 16 April 2014
Surya

Hampir Setahun Kasus Dugaan Penyiksaan Gadis 17 Tahun Tak Kunjung Selesai

Selasa, 2 Juli 2013 17:58 WIB

SURYA Online, SURABAYA - Kasus dugaan penyiksaan pembantu rumah tangga, YN (17), asal Saradan, Madiun, yang ditangani Polrestabes Surabaya hingga hampir setahun tidak kunjung selesai.

Kasus ini berawal YN yang menjadi pembantu rumah tangga di Perumahan Margorejo Indah, mengaku disiksa majikannya. Pihak keluarga korban melapor kasus tersebut ke Polsek Saradan. Namun, karena kejadiannya di Surabaya, mereka disarankan melapor ke Polrestabes Surabaya.

Laporan mereka telah diterima Polrestabes pada akhir Juni 2012, namun hingga kini tidak ada penyelesaian.

Karena mendapat tindakan, pihak keluarga akhirnya mengeluh pada LSM ECWO (East Java Corrupition Watch Organisation).

Kasus ini terungkap setelah YN pulang kampung dalam kondisi luka di beberapa bagian tubuhnya.

Kasus YN sebetulnya telah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, setelah mendapat limpahan dari Polsek Saradan. Namun, hingga kini tidak ada perkembangan.

Berdasarkan informasi, berlarut-larutnya kasus ini karena penyidik mengalami kendala dalam penanganan kasus ini. Terdapat informasi luka yang diderita korban merupakan luka lama dan itu terjadi sebelum gadis desa ini bekerja.

Tri Purwanto, Ketua LSM ECWO, mengatakan harusnya kasus itu tidak sampai berlarut-larut, karena korban telah menjalani visum.

“Dari hasil visum, seharusnya diketahui apakah luka tersebut adalah luka lama atau luka baru. Mengapa selama sembilan bulan, luka korban tidak sembuh?" kata Tri.

Selain itu, di internal kepolisian menyebutkan dalam keterangan sejumlah saksi, korban mengalami gangguan jiwa.

Tapi dari hasil pemeriksaan kejiwaan, YN diketahui tidak mengalami gangguan jiwa apapun.

"Tuduhan itu tidak masuk akal, karena hasil pemeriksaan korban tidak gila. Selain itu jika memang gila, mengapa orang tetap dipekerjakan hingga sembilan bulan," kata Tri.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta mengatakan akan mempelajari terlebih dahulu kasus ini. "Yang jelas kami serius menangani kasus ini dan semuanya masih dalam pemeriksaan,” kata Setija.

Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
645412 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas