A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Kenaikan Harga BBM Picu Inflasi 1,03 Persen - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 19 April 2014
Surya

Kenaikan Harga BBM Picu Inflasi 1,03 Persen

Senin, 1 Juli 2013 12:05 WIB
Kenaikan Harga BBM Picu Inflasi 1,03 Persen
surya/didik mashudi
Kenaikan harga BBM memicu inflasi di bulan Juni 2013 sebesar 1,03 persen.
SURYA Online, SURABAYA - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di bulan ini mulai menunjukkan dampaknya.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan harga BBM telah memicu inflasi di bulan Juni 2013 sebesar 1,03 persen.

Dibandingkan Mei 2013, inflasi bulan Juni 2013 terbilang melejit signifikan.

Sebab pada bulan Mei 2013, BPS mencatat terjadinya deflasi sebesar 0,03 persen.

Kepala BPS, Suryamin, dalam teleconference yang berlangsung Senin (1/7/2013) menyebutkan bahwa pengaruh kenaikan harga BBM di tahun ini terhadap inflasi nasional, masih lebih kecil dibanding dampak kenaikan harga BBM sebelumnya di tahun 2008.

Pada Juni 2008, juga terjadi peningkatan harga BBM dan menyebabkan inflasi sebesar 2,46 persen.

"Kenaikan harga BBM baru berjalan tiga minggu sehingga dampaknya terhadap inflasi masih kecil," kata Suryamin.

Dia menyebutkan, kelompok pengeluaran yang memberi andil terbesar terhadap inflasi Juni 2013 adalah kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Kelompok tersebut memberi andil sebesar 0,57 persen terhadap inflasi.

Setelah kelompok itu, kelompok lain yang memberi andil terbesar adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,3 persen, dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok serta tembakau sebesar 0,12 persen.
Penulis: Eben Haezer Panca
Editor: Titis Jati Permata
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
643542 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas