Depot Lumintu Dinoyo, Surabaya

Segarnya Sayur Asem Belimbing Wuluh

Depot Lumintu Dinoyo, Surabaya, Segarnya Sayur Asem Belimbing Wuluh

Segarnya Sayur Asem Belimbing Wuluh
surya/ahmad zaimulhaq
Seporsi nasi sayur asam empal di Depot Lumintu, Jl Dinoyo

Dihidangkan bersama nasi putih, tempe atau tahu goreng, empal goreng, dan ikan asin serta sambal terasi, sayur asem siap mengenyangkan perut. Kesan sama dirasakan pembeli yang datang ke Depot Lumintu Dinoyo milik Bu Sudarmi.

Sayur asem ini menjadi menu andalan depot yang sekarang dikelola putri Sudarmi, Titik Tri Rahayu. Walaupun sudah pindah lokasi hingga lima kali, tetap saja para pelanggan datang menghampirinya. Sayur asemnya selalu membuat rindu mereka.

“Saya menyukainya karena kuahnya putih,” ujar Lala yang datang bersama suaminya, Amin, Selasa (14/5/2013).

Kuah sayur asem resep Sudarmi ini hanya memakai bumbu irisan bawang putih, garam, dan gula. Rasa asam berasal dari bahan belimbing wuluh yang diiris besar oleh Titik. Sayur pelengkapnya antara lain krai, kacang panjang, dan kecambah besar.

“Sayur asamnya beda, nggak pakai asam mentah sehingga tidak terasa pahit,” papar Amin.Suami istri ini biasanya menyantap sayur asam atau menu lainnya, tempe penyet. Selain juga lauk dadar jagung yang terasa mantap.

Hampir setiap hari mereka sarapan atau makan siang di sana. Menurut Amin, menu rumahan seperti ini baik untuk menghindari kolesterol. Walaupun terkadang mereka bersama teman-temannya juga masih makan malam di restoran dengan menu Eropa, China, atau fushion.

Nasi Pecel Gendongan
Depot Lumintu Dinoyo diawali ketika Sudarmi berjualan nasi pecel gendongan sejak 1967. Perempuan asal Solo tersebut menjajakan nasinya keliling kampung Dinoyo. Walaupun dari Jawa Tengah tetapi masakan yang dibuatnya selalu berupa makanan Jawa Timur.

Kemudian, ada tetangga yang menawari stan untuk berjualan nasi pecel di pojok Jl Dinoyo.

Dari sana kemudian usaha kuliner ini berkembang. Selain pecel, Sudarmi memasukkan nasi gudeg ke dalam daftar menunya. Sebab, dia sudah tidak kerepotan membawa segala jenis lauk yang biasanya disajikan dalam nasi gudeg. “Gudeg juga banyak disukai pelanggan di depot hingga saat ini,” ujar Titik.

Dan menu demi menu pun bertambah. Seperti nasi pecel telur, nasi campur telur, nasi krengsengan, nasi rawon, nasi kare ayam, nasi sambal goreng hati, nasi sup sayur empal, dan nasi ayam goreng. Sementara jenis minuman diantaranya es teh, jahe sekoteng, susu panas, es sirup selasih,  temulawak, dan susu soda. Harga berkisar Rp 3.000 hingga Rp 19.000.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Marta Nurfaidah
Editor: Parmin
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help